Pentingnya Melakukan Cuci Hidung

Pentingnya Cuci hidung

Hidung merupakan salah satu organ tubuh kita yang dapat menyaring udara masuk melalui rambut – rambut halus yang dimilikinya, sebagai organ pertahanan tubuh serta sebagai alat penghidu. Pilek, hidung tersumbat, bersin adalah keluhan hidung yang sering dikeluhkan pasien. Ternyata ini berhubungan dengan saluran pernapasan bagian atas loh, khususnya hidung.

Setiap harinya hidung kita dilwati 10000 sampai 15000 liter udara setiap harinya. Setiap liter udara mengandung berjuta juta partikel. Partikel-partikel tersebut hinggap di hidung dan dapat memicu suatu peradangan. Sehari – hari polutan bebas masuk ke hidung kita, pencemaran udara pun mulai banyak terjadi.  Udara yang dihirup akhirnya mengandung zat-zat yang tidak baik untuk kesehatan, bahkan berbahaya. Hidung akhirnya bekerja lebih keras. Akibatnya, sistem mukosilier  yang berfungsi melembabkan dan menyapu kotoran akan rusak. Hidung yang lembab akan menjadi  kering. Proses penyaringan udara yang masuk pun akan terganggu, sehingga kotoran, debu , dan polutan akan menumpuk di hidung. Akibat lainnya, infeksi  mudah terjadi, sehingga Anda mudah mengalami pilek. Oleh karena itu,kita bisa mencoba untuk menerapkan cuci hidung dalam rutinitas sehari – hari.

Cuci Hidung

Cuci hidung adalah kegiatan membilas hidung dari bakteri dan udara kotor dengan menggunakan larutan fisiologis .

Manfaat Cuci Hidung

  • Membersihkan debu dan kotoran yang menumpuk pada hidung
  • Mencegah infeksi pada rongga hidung,sauran nafas, dan paru-paru
  • Mengurangi gejala pada kasus alergi dan sinusitis
  • Membuat hidung terasa bersih dan segar
  • Membersihkan lendir yang kental
  • Melembabkan hidung yang kering akibat lingkungan yang dingin atau infeksi

Siapa saja yang bisa cuci hidung

  1. Orang dewasa sehat
  2. Anak – anak
  3. Geriatri
  4. Orang yang memiliki riwayat alergi hidung, sinusitis, sakit pada saluran napas, atau penyakit lain atas instruksi dokter

Kapan Cuci Hidung

  • Orang sehat : 2x ( minimal 10-30 cc) perhari
  • Untuk pencegahan : misalnya setelah paparan polusi ataupun setelah mengunjungi orang sakit dapat dilakukan 2x ( jumlah lebih banyak)
  • Orang sakit : 3x ( + tengah hari ) dengan jumlah lebih banyak

Bagaimana Langkah – Langkah nya

  1. Siapkan Nacl 0,9%, transofix,spuit 10 cc tanpa jarum dan gelas bersih
  2. Cuci tangan terlebih dahulu
  3. Tuangkan carian pencuci hidung ke dalam wadah
  4. Ambil cairan menggunakan spuit ( Tanpa Jarum )
  5. Miringkan kepala ke kiri jika ingin menyemprotkan ke hidung kanan, dan sebaliknya, sambil buka mulut tahan napasnya
  6. Arahkan spuit ke bagian lubang hidung sambil arahkan untuk di semprotkan ke hidung bagian dinding hidung bagian luar, sambil mulut dibuka
  7. Semprotkan ke dalam lubang hidung
  8. Biarkan cairan keluar dari lubang hidung satunya
  9. Bersihkan hidung dengan tissue
  10. Buang tissue ke tempat sampah
  11. Ulangi pada lubang hidung lainnya.
  12. Cuci tangan setelah cuci hidung

Tindakan cuci hidung ini aman dan memberikan manfaat yang baik bila dilakukan rutin. Untuk info lebih lanjut dapat mengujungi poliklinik THT-KL kami. Selamat mencoba.. Save your Nose!

Narasumber: Dr. Hemastia Manuhara Harba’i, Sp. THT- KL

Gejala Penyakit Hipertiroid dan Penyebabnya

Tiroid merupakan kelenjar yang terdapat pada bagian tenggorokan dan seringkali diibaratkan bentuk seperti kupu-kupu yang melingkupi tenggorokan. Kelenjar tiroid tepatnya terletak pada bagian leher yang berperan sebagai penghasil hormon tiroid yang berfungsi untuk mengendalikan proses metabolisme, mengatur suhu tubuh, dan mengatur denyut jantung. Hipertiroid merupakan penyakit dimana kadar hormon tiroid diproduksi terlalu tinggi dalam tubuh sehingga hormon tersebut akan menimbulkan beberapa gejala penyakit hipertiroid.

Apa penyebab hipertiroid?

Menurut dr. Rochsismandoko, Sp.PD, KEMD, FINASIM, FACE dari Bethsaida Hospital,  hipertiroid dapat disebabkan oleh penyakit autoimun yang diturunkan secara genetik, efek samping obat, hingga konsumsi makanan yang mengandung yodium terlalu tinggi dengan frekuensi yang cukup sering. Makanan yang mengandung yodium tinggi misalnya adalah makanan laut, produk susu, dan telur.

Gejala penyakit hipertiroid

  • Metabolisme meningkat: jika metabolisme anda meningkat, artinya aliran darah anda juga akan meningkat sehingga membuat ginjal akan memproduksi lebih banyak urin dan anda akan menjadi lebih sering buang air kecil.
  • Cepat merasa lelah dan lemas padahal tidak melakukan aktivitas yang berat.
  • Seringkali kesulitan bernapas atau sesak napas padahal tidak memiliki riwayat asma yang akut.
  • Berat badan turun tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, padahal anda tidak melakukan diet sama sekali. Hal ini berhubungan dengan proses metabolisme yang cepat.
  • Kaki terlihat lebih bengkak.
  • Diare.
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Denyut jantung yang berubah menjadi sangat cepat pada saat-saat tertentu, padahal anda tidak melakukan aktivitas berat atau aktivitas yang memacu adrenalin.

Kapan anda harus periksa ke dokter?

Anda dapat memeriksakan diri anda ke dokter apabila anda sudah merasakan gejala dan tanda hipertiroid seperti yang disebutkan diatas dalam beberapa bulan atau jangka waktu yang cukup lama. Hipertiroid dapat menyebabkan komplikasi yang mematikan jika didiamkan saja. Anda dapat berkunjung ke Thyroid and Metabolic Center di Bethsaida Hospital. Anda juga dapat mendaftarkan diri anda pada promo deteksi dini yang tersedia.

Narasumber: dr. Rochsismandoko, Sp.PD, KEMD, FINASIM, FACE

Calcium Scoring untuk Pemeriksaan Jantung Koroner

Apa Itu Calcium Scoring?

Calcium Scoring adalah pemeriksaan nilai kalsium pada pembuluh darah jantung dengan cara menggunakan CT Scan. Pemeriksaan ini merupakan cara non – invasif untuk memperoleh informasi tentang keberadaan, lokasi dan kadar sumbatan di arteri koroner (pembuluh darah yang mensuplai darah yang mengandung energi dan oksigen ke otot jantung). Nilai kalsium yang didapat merupakan indikator yang berguna untuk melihat seberapa banyak sumbatan di pembuluh darah koroner jantung dan seberapa besar risiko seseorang terkena serangan jantung.

Mengapa Anda Harus Melakukan Calcium Scoring?

Terbentuknya sumbatan diawali oleh penimbunan lemak yang menumpuk di pembuluh darah koroner. Dalam proses aterosklerosis (proses terbentuknya sumbatan), kalsium akan ikut dalam proses yang diawali pembentukan lemak tsb. Sehingga makin besar sumbatan, akan makin banyak pula jumlah (score) kalsiumnya dan tidak tergantung pada konsumsi kalsium ataupun kadar kalsium dalam darah.

Kelebihan Pemeriksaan Calcium Scoring :

  1. Efektif, langsung ke anatomi koroner
  2. Hasil cukup informatif untuk screening
  3. Non-Invasif, tidak melukai pasien
  4. Tidak melelahkan pasien
  5. Pemeriksaan cepat, hasil cepat
  6. Relatif murah
  7. Tidak menggunakan zat kontras
  8. Tidak banyak radiasi
  9. Tidak perlu cek laboratorium untuk fungsi ginjal ( ureum kreatinin)
  10. Tidak perlu puasa

Faktor Risiko Utama Penyakit Jantung Koroner

  1. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi/dikendalikan, seperti:

Merokok, kolesterol, trigliserida, asam urat, gula darah, pola hidup kurang gerak, obesitas, hipertensi, polusi

B.    Faktor risiko yang tidak bisa kita kendalikan seperti:

Usia, jenis kelamin, genetik, lingkungan tertentu.

Modifikasi Gaya Hidup untuk Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Koroner

S = Seimbang gizi

E = Enyahkan rokok

H = Hindari / atur stres

A = Awasi tekanan darah

T = Teratur Berolahraga

Persiapan Pemeriksaan Calcium Scoring

  • Daftarkan diri anda
    • Datang 15 menit sebelum jadwal tes

Tidak ada gejala spesifik yang harus selalu muncul pada penyakit jantung koroner, sebelumnya sering disebut “silent-killer”, pembunuh diam-diam yang mengancam kematian secara tiba-tiba. Karena itu kita harus selalu memeriksakan (Check-Up) kondisi jantung secara berkala, terutama yang memiliki faktor risiko. Dengan menerapkan pola hidup sehat, mengendalikan faktor risiko dan rutin check-up. kita akan terhindar dari penyakit jantung koroner yang mematikan ataupun berkurangnya kualitas hidup akibat terkena serangan jantung. Lakukan screening dengan calcium scoring di Bethsaida Hospital sebelum terlambat !

Referensi:

Dr. dr. Raja Adil C. Siregar, MM, Sp.JP(K), FIHA, FICA, FESC, FACC, FAPSIC, FSCAI

Cegah Penyebaran Virus Corona di Transportasi Umum

Waspadai Penyebaran Virus Corona

Penyebaran Virus corona harus diwaspadai oleh semua orang terutama bagi mereka yang sering menggunakan transportasi umum. Karena besar kemungkinan kita untuk bersentuhan dengan orang yang tidak diketahui kebersihannya.

Mengingat jumlah korban dari virus corona ini semakin meningkat, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama disaat menggunakan transportasi umum.

Hal ini disebabkan karena penularan virus corona ini lebih tinggi disaat masyarakat mengendarai kereta, bus atau pesawat dibandingkan dengan kendaraan pribadi.

Tetapi anda tidak perlu khawatir atau panik, karena ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan bagi anda yang kesehariannya menggunakan transportasi umum.

Langkah Pencegahan jika Menggunakan Kereta atau Bus

Apabila anda adalah pengguna transportasi umum seperti KRL Commuter Line atau Transjakarta, berikut ini adalah langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan corona virus:

  1. Menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.
  2. Jangan lupa untuk melakukan langkah mencuci tangan yang benar beberapa kali dalam sehari terutama di saat tangan terlihat kotor
  3. Apabila anda sedang sakit, kenakanlah masker untuk mencegah penyebaran virus di area sekitar transportasi umum
  4. Hindari penggunaan transportasi umum disaat kondisi sedang penuh dan sesak. Karena keterbatasan ruang gerak dan tingginya kemungkinan untuk bersentuhan dengan lebih banyak orang bisa menyebabkan penularan bakteri atau virus.
  5. Apabila anda menyentuh tiang, pegangan di transportasi umum segera mencuci tangan dengan sanitizer
  6. Gunakanlah pinggul, siku atau punggung untuk menggeser pintu atau apapun di transportasi publik
  7. Tutuplah hidung dan mulut disaat batuk atau bersin dengan menggunakan lekukan siku atau tisu. Lalu buanglah tisu ke tempat sampah yang tertutup
  8. Waspada peletakan barang atau tas apabila ditaruh di lantai ataupun di tempat yang tersedia. Segera lakukan pembersihan barang atau tas dengan lap disinfektan atau tisu basah antiseptik.
  9. Hindari mengosumsi makanan di transportasi umum karena ada kemungkinan kontaminasi terjadi dari tangan ke mulut
  10. Hindari penggunaan perangkat elektronik seperti handphone disaat tangan atau jari anda menyentuh tiang atau pegangan bus.

Lalu Bagaimana Langkah Pencegahan apabila Menggunakan Pesawat?

Sebenarnya risiko terinfeksi virus corona di pesawat terbang tergolong lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan transportasi umum seperti kereta atau bus.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, udara di pesawat berganti sepenuhnya setiap 2-3 menit. Kedua, udara di pesawat dibersihkan dengan filter udara dengan efesiensi tinggi.

Jadi penularan virus corona bisa terjadi bukan dari udara akan tetapi dari penumpang yang sudah terjangkit dengan virus corona tersebut.

Mengingat satu pesawat bisa terbang beberapa kali dalam sehari, tentu kuman dan virus yang dibawa oleh seseorang dapat mencemari isi pesawat.

Menurut WHO area risiko tertinggi untuk terkena kontaminasi virus ini ada di dua baris depan, belakang atau samping orang yang telah terinfeksi.

Pencegahan Penyebaran Corona Virus di Pesawat

Karena itu pastikan anda mencuci tangan secara rutin, membersihkan gagang tangan dan meja apabila memungkinkan, bersin dan batuk di dalam tisu.

Jika anda mencurigai penumpang yang duduk di sekitar anda mengalami gejala dari corona virus, berbicaralah dengan kru pesawat terbang agar minta dipindahkan atau memberikan pengertian terhadap orang tersebut untuk menggunakan masker. 

Pada akhirnya perlu kita ingatkan bahwa semua orang berisiko untuk terkena Corona Virus. Jika anda mengalami gejala dari Corona Virus maka sebaiknya anda langsung berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Paru untuk dilakukan pemeriksaan lanjut.

Referensi:

  • BBC Reality Check: Coronavirus: What’s the risk of flying or taking the train?
  • National Center for Immunization and Respiratory Diseases (NCIRD), Division of Viral Diseases: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/travelers/faqs.html
  • WHO:how to protect yourself when travelling during the coronavirus (COVID-2019) outbreak.https://www.youtube.com/watch?time_continue=3&v=0KBvReECRrI&feature=emb_logo

Pencegahan Kanker Payudara dengan SADARI

Pencegahan Kanker Payudara dengan Mengenali Gejala Awal Kanker Payudara Sebelum Terlambat

Pencegahan kanker payudara harus dimulai dari sekarang dengan mengenali nya secara tepat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan

Peran seorang wanita di dalam kehidupan masyarakat sungguhlah penting. Sudah selayaknya kita mendukung kesejahteraan hidup para wanita dengan mengingatkan diri mereka agar waspada terhadap salah satu jenis kanker yang dapat membahayakan nyawanya seperti kanker payudara.

Salah satu cara untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh kanker payudara ini adalah mengetahui gejalanya saat masih berada dalam stadium awal.

Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin dialami oleh penderita kanker payudara stadium 1:

  1. Munculnya benjolan di payudara
  2. Warna kulit payudara berubah kemerahan karena iritasi.
  3. Perubahan tekstur dan warna kulit menjadi seperti kulit jeruk
  4. Permukaan kulit area payudara tampak berlekuk-lekuk
  5. Penebalan kulit di area sekitar payudara
  6. Puting terasa sakit hingga mengeluarkan cairan yang tidak normal

Cegah Kanker Payudara Dengan Cara Yang Efektif

Meski ada beberapa faktor risiko kanker payudara yang tidak bisa dihindari seperti genetik dan usia, akan tetapi pola hidup sehat berperan penting di dalam menunjang kesehatan seseorang sehingga menurunkan risiko seseorang terkena ancaman kanker payudara.

Pola hidup sehat yang bisa dilakukan adalah

  1. Menjaga berat badan tetap ideal untuk menghindari obesitas setelah masa menopause yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker payudara
  2. Pola makan sehat yang mengutamakan buah,sayuran dan berbagai macam kacang-kacangan
  3. Menghindari makanan berlemak, sosis, krim, margarin, mentega, minyak
  4. Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya
  5. Hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol
  6. Menyusui bayi secara teratur
  7. Hindari terkena paparan radiasi tingkat tinggi 

Selain pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan mammografi dan USG Payudara juga dapat menghindari anda dari ancaman kanker payudara. Jadi mari kita lakukan perubahan positif mulai dari sekarang!

Mengapa kanker payudara sering terlambat untuk disadari?

Meski sudah banyak yang membahas mengenai gejala & deteksi dini dari kanker payudara, tetapi kasus kematian akan kanker payudara masih terus meningkat setiap tahunnya.

Pertama memang karena pada umumnya benjolan pada payudara tidak disertai dengan gejala lain sehingga membuat orang tidak mengetahui dirinya terkena kanker payudara. Biasanya gejala lain ini baru dirasakan setelah kanker masuk ke stadium lanjut sehingga penanganan yang diberikan seringkali terlambat.

Alasan yang kedua adalah karena banyak penderita yang sebenarnya tahu bahwa di payudaranya terdapat benjolan tetapi takut untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal ini pun menyebabkan kanker payudara menuju stadium yang lebih lanjut.

Ketahui SADARI & SADANIS sebagai langkah deteksi dini kelainan pada payudara

Perubahan pada payudara merupakan suatu hal yang normal untuk dialami oleh wanita di masa menstruasi dan menopause. Akan ada perubahan di waktu tertentu yang patut diwaspadai oleh wanita karena dapat menjadi indikasi adanya suatu penyakit.

SADARI adalah sebuah metode pemeriksaan mandiri bagi wanita untuk menyadari adanya kelainan pada payudara. Berikut adalah langkah yang harus dilakukan

  1. Perhatikan ukuran payudara di depan cermin apabila payudara tidak memiliki ukuran yang sama (payudara kanan atau kiri lebih kecil atau lebih besar daripada yang satunya)
  2. Perhatikan bentuk, ukuran serta perubahan pada permukaan & warna kulit serta puting payudara
  3. Periksa apakah ada cairan yang keluar dari puting anda
  4. Letakan tangan di pinggang dan tekan kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan serta sebaliknya
  5. Membungkuk di depan kaca untuk memperhatikan apkah adanya perubahan tertentu pada payudara yang sudah terjulur ke bawah
  6. Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan kedalam dan perhatikan apakah ada perubahan tertentu pada payudara

Merawat Gigi Behel dengan Benar

Merawat gigi behel dengan benar berbeda dengan merawat gigi biasa yang tidak menggunakan behel atau kawat gigi. Behel atau kawat gigi merupakan teknik untuk merapikan susunan gigi seseorang agar telihat lebih terstruktur. Salah satu cara paling umum untuk merawat gigi adalah dengan menggosok gigi, sayangnya gigi behel lebih sulit dibersihkan dan dijangkau dibandingkan dengan gigi yang tidak menggunakan behel.

Jika gigi behel tidak dirawat dengan baik dan benar, hal tersebut akan menyebabkan gigi menjadi berlubang, gusi sariawan, perih dan iritasi. Menurut drg. Fauzia Adhiwidyanti, Sp.Ort dari Bethsaida Hospital Dental Center terdapat beberapa tips untuk merawat gigi behel dengan baik dan benar:

  1. Menggunakan dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi secara maksimal dan lebih presisi.
  2. Jaga kesehatan mulut dan gusi dengan obat kumut antiseptik untuk membantu menghilangkan sisa makanan yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.
  3. Selalu kumur mulut dengan air putih setelah selesai makan untuk menghindari sisa makanan yang terselip pada bracket.
  4. Tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan lengket seperti dodol dan permen karet. Karena makanan yang lengket akan mudah menempel pada behel dan membuat bracket rentan lepas.
  5. Hindari konsumsi makanan yang mengandung banyak tepung dan gula agar plak tidak menumpuk pada gigi.
  6. Usahakan untuk memilih sikat gigi dan pasta gigi khusus untuk perawatan behel.
  7. Rutin kontrol setiap bulan untuk mengganti bracket yang renggang.
  8. Potong makanan yang terlalu besar menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikunyah. Hal ini juga membantu agar bracket tidak mudah lepas.
  9. Menyikat gigi setiap hari minimal 2x sehari sesudah bangun tidur dan sebelum tidur.

Jika anda ingin berkonsultasi mengenai pemasangan behel atau sekedar berkonsultasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, anda bisa mengunjungi Bethsaida Hospital Dental Centersebagai one stop dental service.

Narasumber: drg. Fauzia Adhiwidyanti, Sp.Ort

Gejala Kanker Usus Besar dan Penanganannya

Gejala kanker usus besar seringkali disamakan dengan gejala wasir, padahal kedua penyakit tersebut memiliki perbedaam yang signifikan. Kanker usus besar merupakan suatu kondisi dimana adanya selaput lendir yang menyelimuti bagian kolon dan rektum. Anda harus mengenali gejala kanker usus besar agar dapat ditangani dengan segera, karena di Indonesia kanker usus besar merupakan kasus kanker yang paling sering dijumpai hingga menempati urutan ke-3 setelah kanker payudara dan kanker serviks.

Menurut dr. Eko Priatno, Sp. B (K)BD dari Bethsaida Hospital, terdapat dua faktor risiko yang menyebabkan kanker usus besar, yaitu faktor yang bisa dikendalikan oleh anda dan faktor yang tidak bisa dikendalikan oleh anda.

Faktor yang bisa dikendalikan:

  • Diet tinggi serat dengan mengonsumsi buah dan sayur
  • Tidak mengonsumsi daging merah terlalu banyak
  • Kurangi kebiasaan merokok
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Mengurangi aktivitas fisik yang terlalu berat

Faktor yang tidak bisa dikendalikan:

  • Usia lebih diatas 50 tahun
  • Riwayat keluarga yang pernah menderita kanker usus besar

Gejala kanker usus besar:

  • Buang air besar berdarah, tetapi seringkali dianggap sebagai wasir
  • Selalu diare atau sulit sekali untuk buang air besar
  • Berat badan menurun tanpa alasan jelas, padahal anda tidak sedang menjalankan program diet atau melakukan aktivitas berat
  • Bentuk feses kecil layaknya sebuah pensil
  • Setiap buang air besar anda merasa perut anda masih terasa ada isinya dan tidak terbuang secara sempurna
  • Anus sering terasa nyeri saat mengejan atau saat tidak mengejan

Apabila anda sudah mengalami gejala-gelaja seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya anda segera berkonsultasi ke Digestive Center di Bethsaida Hospital untuk mencegah situasi dan kondisi yang lebih buruk.

Berbagai opsi pemeriksaan

Terdapat berbagai opsi pemeriksaan yang bisa anda pilih untuk menegakan diagnose terhadap gejala-gejala kanker usus besar yang anda alami. Mulai dari pemeriksaan endoskopi, kolonoskopi, biopsi, dan CT Scan abdomen.

Cara mencegah kanker usus besar

Bagi anda yang sudah memiliki masalah pencernaan dan pernah merasakan gejala kanker usus besar seperti yang disebutkan, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan. Mulai dari berhenti merokok, mengonsumsi aspirin dengan dosis yang rendah setiap hari, mengonsumsi asam folat, buah-buah dan sayuran secara teratur untuk melancarkan pencernaan, serta lakukan olahraga secara rutin.

Jika anda ingin melakukan pemeriksaan atau sekedar berkonsultasi, anda dapat berkunjung ke Digestive Center Bethsaida Hospital.

Narasumber: dr. Eko Priatno, Sp. B (K)BD

Kegiatan Dokter Cilik dan Hospital Tour

Kegiatan Dokter Cilik dan Hospital Tour merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Bethsaida Hospital sebagai salah satu kepeduliannya terhadap kesehatan setiap individu, terlebih lagi anak-anak. Dengan kegiatan yang diadakan, Bethsaida Hospital berharap anak-anak tidak memiliki persepsi yang menakutkan terhadap rumah sakit.

Untuk mewujudkan hal tersebut, hal pertama yang akan dilakukan adalah mengikuti kegiatan Hospital Tour untuk memberikan gambaran pada anak-anak terhadap fasilitas dan aktivitas yang berada di dalam Bethsaida Hospital. Dimulai dari Dental Center, Hyperbaric Centre, Radiology Centre, dan pengenalan Ambulan sebagai destinasi terakhir Hospital Tour.

Seusai Hospital Tour, kegiatan Dokter Cilik dan Hospital Tour dimulai dengan mengedukasi anak-anak agar membangkitkan semangat mereka untuk memiliki gaya hidup sehat dan bersih yang bisa diterapkan setiap hari. Hal ini tentunya dilakukan dengan cara yang mudah, seperti mencuci tangan yang benar, menggosok gigi dengan benar, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kesehatan. Tak hanya itu, anak-anak dapat menjadi dokter cilik sungguhan dengan meracik obat mainan, cara menggunakan stetoskop, dan termometer yang diajarkan secara langsung oleh salah satu tenaga kerja profesional Bethsaida Hospital. 

Kegiatan Dokter Cilik dan Hospital Tour akan terus diadakan secara berkelanjutan oleh Bethsaida Hospital di Gading Serpong untuk menumbuhkan anak-anak yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan demi mencapai kehidupan yang lebih sehat.

Medical Check Up untuk Dewasa dan Anak

Medical check up atau yang biasa disingkat sebagai MCU merupakan istilah yang sering di dengar oleh telinga. Pada dasarnya, MCU merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan untuk mendeteksi adanya penyakit ataupun gangguan kesehatan sejak dini sebelum gangguan kesehatan tersebut berkembang di kemudian hari.

Bukan hanya orang dewasa yang bisa melakukan MCU, tetapi anak usia dibawah 5 tahun juga bisa melakukan MCU. Dengan mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri dan anak, anda dapat melakukan antisipasi terhadap gangguan kesehatan yang ditemukan. Apabila terdapat masalah kesehatan yang berpotensi untuk memicu penyakit serius, pencegahan sudah bisa dilakukan sejak dini.

Lantas, apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan MCU? Ada beberapa hal yang harus anda persiapkan sebelum medical check up di Bethsaida Hospital

Sebelum medical check up:

  • Puasa selama 10-12 jam: puasa dilakukan agar hasil MCU menjadi lebih akurat, hasil tidak hanya berdasarkan makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi selama beberapa jam yang lalu.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan dalam bentuk apapun: jauhi obat-obat flu atau obat ringan lainnya dalam bentuk tablet maupun sirup agar hasil tes darah menjadi lebih akurat.
  • Tidak melakukan aktivitas berat: tidak melakukan olahraga yang terlalu berat atau melelahkan.
  • Tidur yang cukup, minimal 7-8 jam karena kecukupan tidur berkaitan dengan tekanan darah
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Tidak sedang mengalami menstruasi bagi wanita

Hal-hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi dilakukan juga oleh anak-anak yang ingin melakukan MCU. Untuk MCU anak dibawah usia 5 tahun, sedikit berbeda dengan MCU orang dewasa. Di Bethsaida Hospital, anak-anak biasanya akan dilakukan check up tertantu, seperti:

Untuk anak usia 0-1 tahun, pemeriksaan yang akan dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan fisik dokter anak, mata, dan THT
  • Laboratorium untuk pengambilan hematologi dan urin
  • Khusus, seperti Mantoux, G6PD, panel diabetes, dan lain-lainnya

Untuk anak usia 1-5 tahun, pemeriksaan yang akan dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan fisik dokter  anak, mata, dan gigi
  • Laboratorium untuk pengambilan hematologi, urin, dan feses
  • Khusus, seperti Mantoux, panel diabetes, dan lain-lainnya
  • Tes psikologi

Pilihlah paket MCU yang sesuai dengan kebutuhan anda di Bethsaida Hospital.

Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi page berikut: https://www.bethsaidahospitals.com/medical-check-up/

Menjaga Kesehatan Jantung dengan Tips Mudah

Siapa bilang sehat harus selalu mahal? Nyatanya, kesehatan bisa dijaga oleh setiap orang dengan berbagai cara yang mudah tanpa perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Salah satu organ tubuh yang dapat dipelihara dengan cara yang mudah adalah jantung. Berikut adalah tips-tips yang dapat diterapkan setiap hari untuk menjaga kesehatan jantung menurut dr. Ryan Ranitya, Sp.PD-KKV, FINASIM:

Kurangi konsumsi garam

Mengonsumsi garam dengan kadar yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan gangguan pada jantung hingga stroke dalam kasus buruknya. Kurangi konsumsi makanan asin yang mengandung garam atau penyedap rasa dengan kadar tinggi untuk menghindari darah tinggi.

Tidak mengonsumsi alkohol

Memiliki prinsip yang mirip dengan garam, mengonsumsi alkohol dengan kadar yang tinggi secara berkala juga dapat memicu darah tinggi dan membuat detak jantung menjadi lebih cepat sehingga dapat merusak otot jantung dalam jangka panjang.

Selalu aktif setiap hari

Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan cara selalu aktif setiap hari menjadi tantangan bagi semua orang ditengah kesibukannya. Tetapi, selalu aktif tidak selamanya harus dilakukan di gym. Selalu aktif cukup dilakukan dengan menggerakan tubuh minimal 30 menit setiap harinya. Hal-hal mudah yang bisa menjadi pilihan agar selalu aktif adalah perenggangan otot pada pagi hari setelah bangun tidur atau pada malam hari sebelum tidur dengan melakukan gerakan stretching yang mudah, jalan santai, berenang, dan bermain sepeda.

Tidak menjadi perokok aktif maupun pasif

Tidak menjadi perokok aktif maupun pasif juga merupakan salah satu cara mduah untuk menjaga kesehatan jantung. Apabila anda seorang perokok aktif, lebih baik untuk mencoba berhenti dan kurangi konsumsi rokok setiap harinya. Bagi anda yang tidak merokok, jangan lupa untuk menghindari asap rokok agar anda tidak menjadi perokok pasif. Usahakan untuk tidak mencium asap rokok apapun dimanapun anda berada.

Selalu istirahat cukup

Selalu dapatkan istirahat yang cukup setiap malam agar membantu detak jantung tetap rileks saat bangun di pagi hari, karena tidur yang cukup dapat memengaruhi mood sepanjang hari.

Tips menjaga kesehatan jantung diatas mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sudahkah anda melakukannya? Untuk konsultasi lebih lanjut anda bisa mengunjungi Cardiac Center di Bethsaida Hospital untuk berkonsultasi seputar kesehatan jantung.

Narasumber: dr. Ryan Ranitya, Sp.PD-KKV, FINASIM