Terapi Oksigen Hiperbarik untuk Kebugaran

Terapi oksigen hiperbarik merupakan terapi medis yang menyediakan oksigen murni kepada pasien terapi yang telah terbukti secara klinis. Pada dasarnya, prinsip kerja terapi hiperbarik ini sesuai dengan prinsip fisika dimana penghirupan oksigen dalam ruangan bertekanan tinggi akan meningkatkan kelarutan oksigen dalam darah plasma dan jaringan tubuh, sehingga merangsang pembentukan sel-sel dan jaringan baru yang dapat dibentuk lebih cepat.

Pada awalnya, terapi oksigen hiperbarik seringkali digunakan oleh penyelam untuk pengobatan dekompresi untuk mengatasi akumulasi nitrogen yang membentuk gelembung udara dan menyumbat beberapa bagian tubuh.

Macam-macam manfaat hiperbarik:

  1. Penyembuhan luka diabetes atau luka bakar yang dapat mempercepat penyembuhan luka, membunuh bakteri di sekitar luka, mengaktifkan fungsi darah putih
  2. Membantu mempercepat pemulihan patah tulang  yang dapat memperbaiki sirkulasi darah, oksigen ke jaringan luka, memicu pembentukan tulang baru, dan mengurangi oedama atau pembengkakan.
  3. Membantu masalah gangguan pendengaran seperti tuli mendadak dan hipoksia, dimana hanya terdapat oksigen rendah di dalam saraf pendengaran
  4. Menangani gangguan stroke dengan mempercepat penyembuhan jaringan saraf yang luka
  5. Memperbaiki kondisi otak yang rendah akan oksigen seperti autisme atau cerebral palsy
  6. Untuk meningkatkan kebugaran dan kecantikan dengan meningkatkan jumlah stem cell

Saat menjalani terapi oksigen hiperbarik, pasien atau peserta akan masuk ke dalam chamber yang memiliki kapasitas hingga 8 orang di Bethsaida Hospitals. Oksigen bertekanan tinggi yang disediakan dalam Hiperbarik mudah larut ke seluruh jaringan tubuh yang memiliki cairan. Misalnya, darah, sistem getah bening, saraf-saraf, hingga tulang. Jika anda mampu menyerap lebih banyak oksigen dalam tubuh, maka hasilnya juga akan semakin baik untuk jaringan yang rusak.

Pada umumnya, semua orang dari kalangan usia yang berbeda bisa melakukan terapi hiperbarik, tetapi pada kasus tertentu dokter tidak akan mengizinkan beberapa orang untuk mengikuti terapi jika ditemukan kasus kesehatan yang kurang baik hubungannya dengan terapi hiperbarik. Dokter juga akan mengecek kondisi masing-masing peserta terapi terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam chamber.

Di dalam chamber, pasien hanya perlu duduk rileks sambil mendengarkan music atau menonton film sambil menghirup oksigen murni yang disediakan. Terapi oksigen hiperbarik sama sekali tidak menggunakan obat atau adanya tindakan operasi. Jika anda tertarik untuk melakukan terapi hiperbarik, Bethsaida Hospitals menyediakan chamber yang memuat 8 orang. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan terapi ini demi keamanan anda.

Narasumber: dr. Erick Supondha, MKK(DHM), DMAC

Menjaga Kesehatan Jantung dengan Tips Mudah

Siapa bilang sehat harus selalu mahal? Nyatanya, kesehatan bisa dijaga oleh setiap orang dengan berbagai cara yang mudah tanpa perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Salah satu organ tubuh yang dapat dipelihara dengan cara yang mudah adalah jantung. Berikut adalah tips-tips yang dapat diterapkan setiap hari untuk menjaga kesehatan jantung menurut dr. Ryan Ranitya, Sp.PD-KKV, FINASIM:

Kurangi konsumsi garam

Mengonsumsi garam dengan kadar yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan gangguan pada jantung hingga stroke dalam kasus buruknya. Kurangi konsumsi makanan asin yang mengandung garam atau penyedap rasa dengan kadar tinggi untuk menghindari darah tinggi.

Tidak mengonsumsi alkohol

Memiliki prinsip yang mirip dengan garam, mengonsumsi alkohol dengan kadar yang tinggi secara berkala juga dapat memicu darah tinggi dan membuat detak jantung menjadi lebih cepat sehingga dapat merusak otot jantung dalam jangka panjang.

Selalu aktif setiap hari

Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan cara selalu aktif setiap hari menjadi tantangan bagi semua orang ditengah kesibukannya. Tetapi, selalu aktif tidak selamanya harus dilakukan di gym. Selalu aktif cukup dilakukan dengan menggerakan tubuh minimal 30 menit setiap harinya. Hal-hal mudah yang bisa menjadi pilihan agar selalu aktif adalah perenggangan otot pada pagi hari setelah bangun tidur atau pada malam hari sebelum tidur dengan melakukan gerakan stretching yang mudah, jalan santai, berenang, dan bermain sepeda.

Tidak menjadi perokok aktif maupun pasif

Tidak menjadi perokok aktif maupun pasif juga merupakan salah satu cara mduah untuk menjaga kesehatan jantung. Apabila anda seorang perokok aktif, lebih baik untuk mencoba berhenti dan kurangi konsumsi rokok setiap harinya. Bagi anda yang tidak merokok, jangan lupa untuk menghindari asap rokok agar anda tidak menjadi perokok pasif. Usahakan untuk tidak mencium asap rokok apapun dimanapun anda berada.

Selalu istirahat cukup

Selalu dapatkan istirahat yang cukup setiap malam agar membantu detak jantung tetap rileks saat bangun di pagi hari, karena tidur yang cukup dapat memengaruhi mood sepanjang hari.

Tips menjaga kesehatan jantung diatas mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sudahkah anda melakukannya? Untuk konsultasi lebih lanjut anda bisa mengunjungi Cardiac Center di Bethsaida Hospital untuk berkonsultasi seputar kesehatan jantung.

Narasumber: dr. Ryan Ranitya, Sp.PD-KKV, FINASIM

Tindakan ESWL untuk Memusnahkan Batu Ginjal

Teknologi digital yang berkembang berdampak pada rumah sakit yang dicerminkan melalui alat-alat medis yang disediakan. Salah satu contohnya adalah alat Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy yang disingkat sebagai ESWL. ESWL merupakan alat terapi yang ditujukan untuk kesehatan ginjal dan saluran kemih. Alat ini dapat digunakan untuk memecahkan batu ginjal dan melancarkan saluran kemih tanpa operasi, tindakan bedah, dan tanpa opname. Untuk menjalankan tindakan ESWL di Bethsaida Hospital, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan :

Persiapan Sebelum Terapi ESWL

  1. Sebelum melakukan tindakan ESWL, penderita batu ginjal atau batu saluran kemih akan diperiksa dalam laboratorium terlebih dahulu untuk memeriksa BT atau bleeding time dan CT atau clotting time.
  2. Berhenti mengonsumsi obat-obat pengencer darah 1 minggu sebelum terapi ESWL.
  3. Tidak perlu melakukan puasa

Penerapan Terapi ESWL

Penerapan terapi ESWL akan dilakukan di Urology Center Bethsaida Hospital. Pada dasarnya, tindakan ESWL adalah terapi gelombang kejut dari luar tubuh dengan mengandalkan gelombang kejut untuk memusnahkan batu pada ginjal atau saluran kemih dan dapat dikeluarkan melalui urin. Untuk terapi pertama kali, akan dilakukan sebanyak 4000-5000 tembakan gelombang dalam waktu 1 jam.

Setelah tindakan ESWL akan sangat umum bagi pasien untuk melihat darah pada urin, tetapi jangan panik karena kondisi ini sangat wajar setelah pertama kali terapi ESWL pada 2-3x buang air kecil. Darah akan hilang dengan sendirinya setelah 3-4x terapi ESWL. Untuk mencegah infeksi, disarankan agar pasien mengonsumsi obat antibiotik sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter urologi.

Risiko Efek Samping dari Terapi ESWL

Terapi ESWL memiliki risiko efek samping hematoma ginjal. Hematoma ginjal merupakan terbentuknya gumpulan darah yang terdapat pada parenkim ginjal. Tetapi hal ini kemungkinan terjadi pada pasien yang memiliki tingkat resiko hematoma lebih tinggi dari pasien lain. Apabila setelah pengecekan dilakukan dan pasien tidak memiliki hematoma yang stabil, maka pasien tidak diizinkan pulang terlebih dahulu dan harus bed rest hingga hematoma menjadi stabil.

Pastikan untuk konsultasi dengan dokter urologi anda dengan jelas sebelum melakukan terapi atau tindakan ESWL. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bethsaida Hospital untuk melakukan terapi ESWL.

Narasumber: dr. Dimas Nugroho, Sp.U

Mengenal Prosedur Radio Frekuensi Ablasi Untuk Penanganan Penyakit Tiroid

Pernahkah anda mengalami kelelahan berlebihan sepanjang hari? Apakah disertai dengan berat badan yang meningkat secara tiba-tiba, sulit berkonsentrasi, badan menggigil, rambut rontok, melemahkan jantung dan otot? atau sebaliknya yang anda alami adalah kegugupan berlebihan, berat badan berkurang meski sudah mengonsumsi banyak makanan, jantung berdebar yang disertai denyut nadi yang cepat? Hal ini bisa terjadi karena gangguan fungsi hormon tiroid.

Meskipun bagi beberapa masyarakat umum penyakit tiroid ini terdengar asing, namun menurut data dari WHO Global Database on Iodine Deficiency (2004) sekitar 285.4 juta anak usia sekolah 6-12 tahun dan sekitar 1,9 milyar penduduk dunia mengalami defisiensi iodium. Di Asia, sekitar 187 juta anak usia sekolah (6-12 tahun) dan 1,2 milyar populasi umum mengalami defisiensi iodium. Lebih lanjut, kelenjar tiroid merupakan kelainan endokrin terbanyak kedua setelah diabetes melitus di Indonesia.

Di Indonesia sendiri telah terdapat 17 juta penduduk yang menderita gangguan tiroid. Gangguan tiroid dapat mengenai berbagai usia :

Bayi baru lahir – terakumulasi tiap tahunnya di Indonesia. Di seluruh dunia prevalensi hipotiroid kongenital 1 : 3.000. Dengan prevalensi 300-900 di daerah endemik tinggi. Jika angka kelahiran sebanyak 5 juta bayi/tahun dengan kejadian 1 : 3.000 kelahiran maka terdapat 1.600 bayi dengan hipotiroid kongenital per tahun yang akan terakumulasi tiap tahunnya.

Anak-anak: Angka prevalensi hipertiroid di seluruh dunia pada anak yang berusia ≤ 15 tahun adalah 8 : 1.000.000 dan yang berusia ≤ 4 tahun 1 : 1.000.000

Usia Dewasa atau Produktif: Wanita 10x lebih rentan terkena hipotiroid dibanding laki-laki. 7% dari wanita yang baru saja melahirkan mengalami masalah dengan kelenjar tiroid dalam tahun pertama.

Usia Lanjut: Nodul tiroid dapat terjadi pada lebih dari 50% populasi penduduk dan sebagian besar sudah berusia lanjut. Studi ATA menemukan populasi orang ≥ 70 tahun memiliki kemungkinan 43% terkena nodul dibandingkan dengan usia muda (20-29 tahun)

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang memiliki fungsi mempertahankan metabolisme tubuh, seperti metabolisme jantung, membantu mengatur metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, memacu pertumbuhan normal, memacu perkembangan dan pematangan sistem saraf dan memacu pembentukan kalori. Dengan kata lain, gangguan kelenjar tiroid dapat mempengaruhi seluruh sistem tubuh dan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.

Masalah tiroid dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu, perubahan ukuran atau bentuk tiroid yang biasa dikenal dengan gondok dan gangguan fungsi hormon tiroid. Kedua masalah tersebut dibagi lagi menjadi dua, perubahan ukuran tiroid yang sering dikenal sebagai gondok dibagi menjadi dua yaitu benjolan jinak dan ganas. Sedangkan gangguan fungsi hormon dibagi menjadi hipertiroid (kelebihan hormon) dan hipotiroid (kekurangan hormon).

Beberapa tanda dan gejala gangguan fungsi hormon tiroid diantaranya:

Gejala Hipertiroid:
– Gemetar, gugup / gelisah
– Mata melotot
– Berat badan berkurang meski banyak makan
– Sulit tidur
– Cepat lelah
– Berdebar
– Tidak tahan panas
– Diare
– Tulisan tangan berubah
– Gangguan Menstruasi
– Otot lemah, tidak kuat olah raga, tidak bisa naik tangga
– Mata nyeri atau pandangan ganda
– Rasa cemas berlebihan
– Nadi cepat
– Kelenjar gondok membesar
– Kadar hormon T3 dan T4 meningkat

Gejala Hipotiroid:
– Mudah lelah
– Berat badan meningkat
– Pelupa
– Labil / sensitif
– Sulit berkonsentrasi
– Rambut rontok / menipis
– Kulit kering
– Tidak tahan dingin
– Kolesterol meningkat
– Mata sembab
– Kelenjar gondok membesar
– Suara dalam parau, tenggorokan kering dan sering meradang
– Denyut jantung melemah
– Infertilitas, siklus menstruasi tidak teratur
– Otot lemah
– Sembelit

Gangguan kelenjar tiroid ini kerap tidak disadari karena tak ada gejala khusus. Padahal, jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, kelainan tiroid dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini serta mendapatkan penanganan yang tepat terhadap masalah tiroid.

Bethsaida Hospital yang telah memiliki layanan Thyroid Center kini siap untuk memberikan pelayanan terhadap penyakit tiroid ini. Mulai dari penegakan diagnosa, terapi khusus, hingga penanganan secara komprehensif. Kami mengetahui bahwa tidak sedikit diantara masyarakat yang menghindari rumah sakit untuk penanganan terhadap penyakit tiroid. Hal ini disebabkan oleh pemikiran masyarakat yang berasumsi bahwa jika sudah mengalami tiroid maka tindakan operasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Akan tetapi bersama Dr. Rochsismandoko, Sp.PD-KEMD, FACE sebagai dokter spesialis penyakit dalam yang mendalami sub spesialisasi endokrin dan penyakit metabolik dari Bethsaida Hospital mengatakan bahwa sekarang untuk menghilangkan pembesaran kelenjar tiroid jinak hanya memerlukan tindakan minimal invasif yang tanpa operasi. Tindakan ini disebut juga sebagai Radio Frequency Ablation dimana metode ini diguakan untuk menghilangkan kista pada tiroid.

Tindakan RFA ini akan melibatkan sebuah elektroda yang dimasukkan ke dalam leher dengan bantuan USG sampai mencapai tumor di dalam kelenjar tiroid, kemudian sebuah generator listrik akan dinyalakan untuk mengalirkan energi termal untuk merusak struktur tumor. Tentu prosedur ini akan menggunakan anastesi lokal sehingga pasien merasa aman & nyaman selama menjalani prosedur.

Pada umumnya prosedur RFA ini akan memakan waktu hanya 30 menit sampai 1 jam dengan kelebihan secara biaya lebih murah dan pasien tidak akan memiliki luka bekas sayatan operasi. Tindakan ini juga pada umumnya tidak menimbulkan rasa sakit baik saat dilakukan prosedur ataupun sesudahnya.Setelah menjalani prosedur RFA ini, dokter akan melakukan observasi selama 10-12 jam mendatang untuk melihat hasil reaksi dari prosedur RFA tersebut. Namun apabila terjadi risiko, dokter akan memberikan obat pereda nyeri. Selain itu, prosedur ini tidak memiliki banyak persyaratan namun biasanya pasien akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan keadaan tubuh pasien siap menjalani prosedur RFA ini.

Dr. Rochsismandoko, Sp.PD-KEMD, FACE mengatakan bahwa angka keberhasilan prosedur RFA ini adalah 47-96%. Berhasil atau tidaknya tindakan ini bisa dilihat 6 bulan setelah menjalani prosedur dengan kontrol rutin ke dokter setiap bulannya.

Medical Check Up untuk Dewasa dan Anak

Medical check up atau yang biasa disingkat sebagai MCU merupakan istilah yang sering di dengar oleh telinga. Pada dasarnya, MCU merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan untuk mendeteksi adanya penyakit ataupun gangguan kesehatan sejak dini sebelum gangguan kesehatan tersebut berkembang di kemudian hari.

Bukan hanya orang dewasa yang bisa melakukan MCU, tetapi anak usia dibawah 5 tahun juga bisa melakukan MCU. Dengan mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri dan anak, anda dapat melakukan antisipasi terhadap gangguan kesehatan yang ditemukan. Apabila terdapat masalah kesehatan yang berpotensi untuk memicu penyakit serius, pencegahan sudah bisa dilakukan sejak dini.

Lantas, apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan MCU? Ada beberapa hal yang harus anda persiapkan sebelum medical check up di Bethsaida Hospital

Sebelum medical check up:

  • Puasa selama 10-12 jam: puasa dilakukan agar hasil MCU menjadi lebih akurat, hasil tidak hanya berdasarkan makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi selama beberapa jam yang lalu.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan dalam bentuk apapun: jauhi obat-obat flu atau obat ringan lainnya dalam bentuk tablet maupun sirup agar hasil tes darah menjadi lebih akurat.
  • Tidak melakukan aktivitas berat: tidak melakukan olahraga yang terlalu berat atau melelahkan.
  • Tidur yang cukup, minimal 7-8 jam karena kecukupan tidur berkaitan dengan tekanan darah
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Tidak sedang mengalami menstruasi bagi wanita

Hal-hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi dilakukan juga oleh anak-anak yang ingin melakukan MCU. Untuk MCU anak dibawah usia 5 tahun, sedikit berbeda dengan MCU orang dewasa. Di Bethsaida Hospital, anak-anak biasanya akan dilakukan check up tertantu, seperti:

Untuk anak usia 0-1 tahun, pemeriksaan yang akan dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan fisik dokter anak, mata, dan THT
  • Laboratorium untuk pengambilan hematologi dan urin
  • Khusus, seperti Mantoux, G6PD, panel diabetes, dan lain-lainnya

Untuk anak usia 1-5 tahun, pemeriksaan yang akan dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan fisik dokter  anak, mata, dan gigi
  • Laboratorium untuk pengambilan hematologi, urin, dan feses
  • Khusus, seperti Mantoux, panel diabetes, dan lain-lainnya
  • Tes psikologi

Pilihlah paket MCU yang sesuai dengan kebutuhan anda di Bethsaida Hospital.

Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi page berikut: https://www.bethsaidahospitals.com/medical-check-up/

Menjaga Kebersihan Paru-Paru Secara Alami

Menjaga kebersihan paru-paru secara alami merupakan hal yang sangat memungkinkan untuk anda lakukan. Dengan paru-paru yang bersih, secara otomatis anda akan memiliki kualitas pernapasan yang lebih baik. Menurut dr. Hesti Setiastuti S, Sp.P dari Bethsaida Hospital, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan paru-paru.

Cara menjaga kebersihan paru-paru:

  1. Tidak menjadi perokok aktif

Tidak merokok merupakan informasi yang sering anda dengar untuk menjaga kebersihan paru-paru. Tetapi, tidak merokok memang memerankan peran yang cukup dominan untuk menjaga kebersihan paru-paru. Pasalnya, terdapat zat-zat yang membahayakan paru-paru secara langsung. Jika anda sudah mulai berhenti merokok, maka organ pernapasan pasti akan terasa lebih ringan dan bebas dari lendir.

  •  Tidak menjadi perokok pasif

Bukan hanya menjadi perokok aktif saja yang akan membuat organ pernapasan anda menjadi lebih berat, tetapi menjadi perokok pasif juga meningkatkan risiko anda untuk terkena penyakit paru-paru karena asap yang dihirup oleh perokok pasif lebih banyak dibandingkan asap yang dihirup oleh perokok aktif. Anda bisa mencoba untuk tidak menghirup asap ketika ada seseorang yang merokok disekitar anda.

  • Kurangi konsumsi alkohol:

Mengonsumsi alkohol memiliki faktor terhadap kesehatan paru-paru. Sebotol alkohol yang anda konsumsi dapat menyebabkan sumbatan pada paru-paru yang akan menimbulkan gangguan pernapasan pada paru-paru yang menyebabkan terganggunya saluran pernapasan. Sebagai pengganti alkohol, anda dapat mengonsumsi jus buah untuk membantu membersihkan paru-paru anda secara alami.

  • Olahraga secara rutin:

Pada saat anda berolahraga, kinerja jantung akan meningkat sehingga jantung akan memberikan suplai oksigen ke dalam tubuh secara lebih optimal sehingga organ pernapasan juga bisa terasa lebih ringan. Anda bisa berolahraga selama 15-30 menit sebanyak 3x dalam seminggu untuk membuat organ pernapasan anda terasa lebih ringan dan bersih. Olahraga yang akan memicu jantung anda secara cepat adalah jogging, bermain sepeda dengan kecepatan sedang atau kecepatan yang cukup tinggi, zumba, dan lainnya.

Apabila anda merasa sistem pernapasan anda terganggu, anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis paru di Bethsaida Hospital untuk menemukan solusi terbaik bagi anda.

Narasumber: dr. Hesti Setiastuti S, Sp.P

Radio Frequency Ablation Menangani Tiroid

Pernahkah anda mengalami kelelahan berlebihan sepanjang hari? Apakah disertai dengan berat badan yang meningkat secara tiba-tiba, sulit berkonsentrasi, badan menggigil, rambut rontok, melemahkan jantung dan otot? atau sebaliknya yang anda alami adalah kegugupan berlebihan, berat badan berkurang meski sudah mengonsumsi banyak makanan, jantung berdebar yang disertai denyut nadi yang cepat? Hal ini bisa terjadi karena gangguan fungsi hormon tiroid. Ada beberapa cara untuk menangani tiroid, namun salah satunya adalah dengan radio frequency ablation.

Meskipun bagi beberapa masyarakat umum penyakit tiroid ini terdengar asing, namun menurut data dari WHO Global Database on Iodine Deficiency (2004) sekitar 285.4 juta anak usia sekolah 6-12 tahun dan sekitar 1,9 milyar penduduk dunia mengalami defisiensi iodium. Di Asia, sekitar 187 juta anak usia sekolah (6-12 tahun) dan 1,2 milyar populasi umum mengalami defisiensi iodium. Lebih lanjut, kelenjar tiroid merupakan kelainan endokrin terbanyak kedua setelah diabetes melitus di Indonesia.

Berbagai usia dengan gangguan tiroid:

Bayi baru lahir – terakumulasi tiap tahunnya di Indonesia. Di seluruh dunia prevalensi hipotiroid kongenital 1 : 3.000. Dengan prevalensi 300-900 di daerah endemik tinggi. Jika angka kelahiran sebanyak 5 juta bayi/tahun dengan kejadian 1 : 3.000 kelahiran maka terdapat 1.600 bayi dengan hipotiroid kongenital per tahun yang akan terakumulasi tiap tahunnya.

Anak-anak: Angka prevalensi hipertiroid di seluruh dunia pada anak yang berusia ≤ 15 tahun adalah 8 : 1.000.000 dan yang berusia ≤ 4 tahun 1 : 1.000.000

Usia Dewasa atau Produktif: Wanita 10x lebih rentan terkena hipotiroid dibanding laki-laki. 7% dari wanita yang baru saja melahirkan mengalami masalah dengan kelenjar tiroid dalam tahun pertama.

Usia Lanjut: Nodul tiroid dapat terjadi pada lebih dari 50% populasi penduduk dan sebagian besar sudah berusia lanjut. Studi ATA menemukan populasi orang ≥ 70 tahun memiliki kemungkinan 43% terkena nodul dibandingkan dengan usia muda (20-29 tahun)

Fungsi kelenjar tiroid:

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang memiliki fungsi mempertahankan metabolisme tubuh, seperti metabolisme jantung, membantu mengatur metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, memacu pertumbuhan normal, memacu perkembangan dan pematangan sistem saraf dan memacu pembentukan kalori. Dengan kata lain, gangguan kelenjar tiroid dapat mempengaruhi seluruh sistem tubuh dan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.

Masalah tiroid dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu, perubahan ukuran atau bentuk tiroid yang biasa dikenal dengan gondok dan gangguan fungsi hormon tiroid. Kedua masalah tersebut dibagi lagi menjadi dua, perubahan ukuran tiroid yang sering dikenal sebagai gondok dibagi menjadi dua yaitu benjolan jinak dan ganas. Sedangkan gangguan fungsi hormon dibagi menjadi hipertiroid (kelebihan hormon) dan hipotiroid (kekurangan hormon).

Gejala Hipertiroid:


– Gemetar, gugup / gelisah
– Mata melotot
– Berat badan berkurang meski banyak makan
– Sulit tidur
– Cepat lelah
– Berdebar
– Tidak tahan panas
– Diare
– Tulisan tangan berubah
– Gangguan Menstruasi
– Otot lemah, tidak kuat olah raga, tidak bisa naik tangga
– Mata nyeri atau pandangan ganda
– Rasa cemas berlebihan
– Nadi cepat
– Kelenjar gondok membesar
– Kadar hormon T3 dan T4 meningkat

Gejala Hipotiroid:


– Mudah lelah
– Berat badan meningkat
– Pelupa
– Labil / sensitif
– Sulit berkonsentrasi
– Rambut rontok / menipis
– Kulit kering
– Tidak tahan dingin
– Kolesterol meningkat
– Mata sembab
– Kelenjar gondok membesar
– Suara dalam parau, tenggorokan kering dan sering meradang
– Denyut jantung melemah
– Infertilitas, siklus menstruasi tidak teratur
– Otot lemah
– Sembelit

Gangguan kelenjar tiroid ini kerap tidak disadari karena tak ada gejala khusus. Padahal, jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, kelainan tiroid dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini serta mendapatkan penanganan yang tepat terhadap masalah tiroid.

Thyroid Center

Bethsaida Hospital yang telah memiliki layanan Thyroid Center kini siap untuk memberikan pelayanan terhadap penyakit tiroid ini. Mulai dari penegakan diagnosa, terapi khusus, hingga penanganan secara komprehensif. Kami mengetahui bahwa tidak sedikit diantara masyarakat yang menghindari rumah sakit untuk penanganan terhadap penyakit tiroid. Hal ini disebabkan oleh pemikiran masyarakat yang berasumsi bahwa jika sudah mengalami tiroid maka tindakan operasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari.

Akan tetapi bersama Dr. Rochsismandoko, Sp.PD-KEMD, FACE sebagai dokter spesialis penyakit dalam yang mendalami sub spesialisasi endokrin dan penyakit metabolik dari Bethsaida Hospital mengatakan bahwa sekarang untuk menghilangkan pembesaran kelenjar tiroid jinak hanya memerlukan tindakan minimal invasif yang tanpa operasi. Tindakan ini disebut juga sebagai Radio Frequency Ablation dimana metode ini diguakan untuk menghilangkan kista pada tiroid.

Prosedur Tindakan RFA

Tindakan RFA ini akan melibatkan sebuah elektroda yang dimasukkan ke dalam leher dengan bantuan USG sampai mencapai tumor di dalam kelenjar tiroid, kemudian sebuah generator listrik akan dinyalakan untuk mengalirkan energi termal untuk merusak struktur tumor. Tentu prosedur ini akan menggunakan anastesi lokal sehingga pasien merasa aman & nyaman selama menjalani prosedur.

Pada umumnya prosedur Radio Frequency Ablation ini akan memakan waktu hanya 30 menit sampai 1 jam dengan kelebihan secara biaya lebih murah dan pasien tidak akan memiliki luka bekas sayatan operasi. Tindakan ini juga pada umumnya tidak menimbulkan rasa sakit baik saat dilakukan prosedur ataupun sesudahnya.Setelah menjalani prosedur RFA ini, dokter akan melakukan observasi selama 10-12 jam mendatang untuk melihat hasil reaksi dari prosedur RFA tersebut.

Namun apabila terjadi risiko, dokter akan memberikan obat pereda nyeri. Selain itu, prosedur ini tidak memiliki banyak persyaratan namun biasanya pasien akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan keadaan tubuh pasien siap menjalani prosedur RFA ini.

Dr. Rochsismandoko, Sp.PD-KEMD, FACE mengatakan bahwa angka keberhasilan prosedur RFA ini adalah 47-96%. Berhasil atau tidaknya tindakan ini bisa dilihat 6 bulan setelah menjalani prosedur dengan kontrol rutin ke dokter setiap bulannya.

Cara Meningkatkan Produksi ASI dengan Ampuh

Apakah ibu sering mencari cara meningkatkan produksi ASI? Ternyata  ada cara yang sangat ampuh dan mudah untuk meningkatkan produksi ASI. Pada umumnya, seorang ibu yang baru melahirkan memiliki kekhawatiran bahwa ASI yang dimilikinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak. Nyatanya, banyak atau kurangnya produksi ASI tergantung pada pola pikir dan percaya diri sang ibu.

Faktor internal:

Menurut konsultan laktasi dr. Lidya Suryany Holiwono dari Bethsaida Hospital, cara meningkatkan produksi ASI yang paling ampuh adalah dengan memiliki pola pikir positif dan percaya diri memiliki peran paling dominan bagi produksi ASI. Seorang ibu yang percaya diri dan optimis bahwa ASI nya mampu mencukupi anak, maka pasti produksi ASI ibu tersebut akan cukup. Rasa percaya diri ibu dapat didukung oleh orang-orang terdekat, seperti ayah, ibu, suami, sahabat, konsultan laktasi yang dapat memberikan dukungan dan saran tepat yang sesuai dengan kondisi tubuh ibu, dan komunitas yang sedang menjalani situasi yang serupa.

Faktor eksternal:

Faktor lain yang dapat memengaruhi meningkatnya produksi ASI adalah dengan melakukan pijat oksitosin. Pijat oksitosin dapat dilakukan oleh bidan-bidan yang terlatih dan dapat disimak oleh orang terdekat yang paling dicintai oleh ibu agar bisa dipraktekkan sendiri di rumah. Selain itu, suplemen peningkat ASI bisa dikonsumsi untuk memberikan pola pikir optimis pada ibu bahwa produksi ASI pasti akan meningkat akibat pertolongan suplemen ASI. Tetapi, seiring berjalannya waktu suplemen peningkat ASI tidak perlu dikonsumsi oleh ibu.

Sebagai pengganti suplemen ASI, ibu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air. Karena pada dasarnya, 90% kandungan ASI berasal dari air. Minum bayak air mineral sudah pasti menjadi keharusan, tetapi asupan air juga bisa ditambahkan melalui makanan, seperti sup sayur-mayur dan buah semangka.

Tidak perlu khawatir lagi mengenai produksi ASI yang kurang untuk anak, karena kekhawatiran hanya akan membuat produksi ASI ibu menjadi terhambat. Bethsaida Hospital juga menyediakan wadah bagi ibu yang baru melahirkan maupun ibu menyusui untuk langsung berkonsultasi dengan konselor ASI di Bethsaida Hospital agar perjalanan menyusui seorang ibu menjadi lebih baik.

Narasumber: dr. Lidya Suryany Holiwono

Periksa Kanker Payudara Sendiri (SADARI)

Kanker payudara merupakan salah satu musuh utama wanita. Penderita kanker payudara memang banyak dialami oleh wanita, tetapi bukan berarti pria dapat luput dari penyakit yang satu ini. Periksa kanker payudara sendiri atau SADARI bisa dilakukan sejak dini oleh wanita dan pria untuk mencegah kanker payudara.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh anda untuk periksa kanker payudara sendiri menurut dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, Sp.RAD (K):

Lihat:

Anda bisa melihat payudara anda di depan cermin. Ukuran payudara yang berbeda merupakan hal yang normal, seperti tidak sejajar atau besar dan kecil. Tetapi apabila ukuran besar dan kecil, naik dan turunnya satu payudara terlalu signifikan hingga tidak terlihat normal, anda sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter yang bisa anda temui di Bethsaida Hospital.

                Cara lain untuk memastikannya adalah dengan mengencangkan otot dada dan perhatikan payudara di depan cermin. Perhatikan secara menyeluruh mulai dari kiri ke kanan, kanan ke kiri, depan, hingga bagian puting. Perhatikan apakah puting mengeluarkan cairan tertentu ketika ditekan secara perlahan.

Raba:

Rasakan tekstur payudara anda dengan berbaring diatas permukaan yang datar dan tidak bergelombang. Selama anda berbaring letakkan lengan kanan di bagian bawah kepala dan gunakan pelembab kulit untuk meraba payudara bagian kanan searah jarum jam melingkar, miaslnya dari angka jam 12 hingga ke angka 1. Setelah melewati satu lingkaran, anda bisa geser jari dan mulai hingga seluruh permukaan payudara sampai ke puting selesai diraba.

Rasa:

              Anda bisa merasakan apakah ada kelainan atau perbedaan antara kedua payudara setelah meraba payudara. Kelainan tersebut bisa berupa cairan yang keluar dari puting atau adanya benjolan yang dapat anda rasakan pada payudara.

Apabila anda menemukan suatu benjolan atau sesuatu yang janggal pada payudara anda, segera periksakan ke Bethsaida Hospital yang berada di Gading Serpong untuk penanganan lebih lanjut dan optimal. Lebih cepat ditangani, maka proses penyembuhan juga akan semakin cepat.

Narasumber: dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, Sp.RAD (K)

Deteksi Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang disebabkan oleh penumpukan lemak yang terdapat pada dinding pembuluh darah koroner atau pembuluh darah yang biasanya memiliki fungsi untuk memberi makan otot jantung. Menurut dr. Dasaad Mulijono, MBBS(Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD, terdapat berbagai cara untuk deteksi penyakit jantung koroner.

Contoh alat penunjang pemeriksaan:

  • EKG: Elektrokardiogram atau yang biasa disingkat dengan EKG merupakan tes untuk merekam aktivitas listrik jantung. Anda akan menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik yang nantinya akan menerjemahkan impuls listrik menjadi sebuah grafik.
  • Treadmill: ditujukan untuk mengetahui seberapa baik jantung anda dapat merespon ketika anda sedang melakukan aktivitas berat. Aktivitas berat yang biasanya dilakukan adalah olahraga untuk memicu detak jantung anda sehingga dokter dapat memantau detak tersebut.
  • Multislice computed tomography (MSCT): merupakan tes kadar kalsium yang berada disekitar pembuluh darah jantung koroner. Jika skor semakin tinggi, maka akan semakin rentan untuk mengalami penyumbatan.
  • Pemeriksaan gold standard atau kateterisasi jantung: gold standard merupakan teknik yang telah diakui secara internasional sebagai salah satu teknik yang paling akurat untuk mendeteksi adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner.

Anda bisa melakukan deteksi penyakit jantung koroner di Cardiac Center Bethsaida Hospital menggunakan metode yang disarankan oleh dokter anda masing-masing. Prosedur pengecekan pastinya akan dilakukan oleh dokter spesialis jantung pada bidang intervensi.

Kateterisasi Jantung

Jika setelah melakukan salah satu metode pemeriksaan diatas dan anda dicurigai memiliki sumbatan pada jantung, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan kateterisasi jantung. Alat yang akan digunakan disebut sebagai mesin angiografi. Akan ada selang kecil yang dimasukkan melalui pembuluh darah pada tangan atau pada bagian paha, lalu akan diberikan zat kontras untuk pengambilan gambar yang menyerupai X-ray.

Durasi tindakan ini hanya membutuhkan waktu 10-15 menit dengan hasil yang cepat. Anda dapat mengetahui keadaan pembuluh darah koroner pada saat itu juga beserta dengan letaknya, derajatnya, dan seberapa banyak sumbatan yang ada. Setelah kateterisasi dilakukan maka dokter dapat memutuskan apakah anda membutuhkan tindakan pemasangan cincin, balonisasi, atau stent. Jika hasil yang anda dapatkan masih bisa diatasi tanpa adanya tindakan, maka dokter tidak akan menyarankan tindakan tersebut.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung yang berada di Cardiac Center Bethsaida Hospital dan mendaftarkan diri anda pada promo yang terkait dengan penyakit jantung koroner.

Narasumber: dr. Dasaad Mulijono, MBBS(Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD