Deteksi Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang disebabkan oleh penumpukan lemak yang terdapat pada dinding pembuluh darah koroner atau pembuluh darah yang biasanya memiliki fungsi untuk memberi makan otot jantung. Menurut dr. Dasaad Mulijono, MBBS(Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD, terdapat berbagai cara untuk deteksi penyakit jantung koroner.

Contoh alat penunjang pemeriksaan:

  • EKG: Elektrokardiogram atau yang biasa disingkat dengan EKG merupakan tes untuk merekam aktivitas listrik jantung. Anda akan menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik yang nantinya akan menerjemahkan impuls listrik menjadi sebuah grafik.
  • Treadmill: ditujukan untuk mengetahui seberapa baik jantung anda dapat merespon ketika anda sedang melakukan aktivitas berat. Aktivitas berat yang biasanya dilakukan adalah olahraga untuk memicu detak jantung anda sehingga dokter dapat memantau detak tersebut.
  • Multislice computed tomography (MSCT): merupakan tes kadar kalsium yang berada disekitar pembuluh darah jantung koroner. Jika skor semakin tinggi, maka akan semakin rentan untuk mengalami penyumbatan.
  • Pemeriksaan gold standard atau kateterisasi jantung: gold standard merupakan teknik yang telah diakui secara internasional sebagai salah satu teknik yang paling akurat untuk mendeteksi adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner.

Anda bisa melakukan deteksi penyakit jantung koroner di Cardiac Center Bethsaida Hospital menggunakan metode yang disarankan oleh dokter anda masing-masing. Prosedur pengecekan pastinya akan dilakukan oleh dokter spesialis jantung pada bidang intervensi.

Kateterisasi Jantung

Jika setelah melakukan salah satu metode pemeriksaan diatas dan anda dicurigai memiliki sumbatan pada jantung, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan kateterisasi jantung. Alat yang akan digunakan disebut sebagai mesin angiografi. Akan ada selang kecil yang dimasukkan melalui pembuluh darah pada tangan atau pada bagian paha, lalu akan diberikan zat kontras untuk pengambilan gambar yang menyerupai X-ray.

Durasi tindakan ini hanya membutuhkan waktu 10-15 menit dengan hasil yang cepat. Anda dapat mengetahui keadaan pembuluh darah koroner pada saat itu juga beserta dengan letaknya, derajatnya, dan seberapa banyak sumbatan yang ada. Setelah kateterisasi dilakukan maka dokter dapat memutuskan apakah anda membutuhkan tindakan pemasangan cincin, balonisasi, atau stent. Jika hasil yang anda dapatkan masih bisa diatasi tanpa adanya tindakan, maka dokter tidak akan menyarankan tindakan tersebut.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung yang berada di Cardiac Center Bethsaida Hospital dan mendaftarkan diri anda pada promo yang terkait dengan penyakit jantung koroner.

Narasumber: dr. Dasaad Mulijono, MBBS(Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD