Fenomena Anak Kecil Mengikuti Kampanye Politik

Apakah Dampak Dari Menggunakan Anak di Acara Kampanye Politik

Pelaksanaan kampanye politik membuat kita harus waspada terhadap tindakan eksploitasi anak. Karena hingga saat ini, masih banyak para orang tua yang melibatkan anak di bawah umur untuk melakukan aktivitas politik. Meski berbagai macam institusi telah mengingatkan para orang tua untuk tidak melibatkan anak-anak dalam pesta demokrasi ini, justru hal yang berlawanan telah terjadi. Seperti penggunaan sosial media untuk menyebarkan video kampanye agar anak di bawah umur ikut berpartisipasi. Hingga orang tua yang masih menggunakan anak-anak untuk menyebarkan  atribut politik saat kampanye.

Tanpa kita disadari, partisipasi anak dalam kegiatan politik ini memiliki dampak yang buruk bagi perkembangan fisik & mentalnya. Hal ini juga berdampak tidak baik untuk keluarga itu sendiri serta lingkungan di sekitarnya. Apakah dampak buruk ini dan apa solusi optimal dari isu fenomena ini?

Dampak Negatif Yang Bisa Membahayakan Masa Depan Anak

Dampak negatif yang dialami oleh anak ini diawali dengan ketidakmampuan untuk menyaring informasi serta merespons pesan politik secara rasional dan objektif. Apabila pesan politik ini tidak difilter oleh orang-orang terdekat, hal ini dapat menyebabkan anak kehilangan kepolosannya serta keamanan dari lingkungan yang baik.

Tidak mengherankan juga, apabila anak-anak di bawah umur ini ikut berpartisipasi dalam kegiatan anarkis seperti kekerasan fisik atau demo yang sering dilakukan oleh orang-orang dewasa. Akibatnya, anak bisa mengalami luka hingga kematian saat melakukan aksi kekerasan ini. Selain itu, anak-anak ini juga kehilangan waktu yang seharusnya bisa  diluangkan untuk membuat masa depannya lebih baik.

Dari sisi mental, anak ini bisa kehilangan akal sehatnya untuk berpikir secara dewasa terhadap persepsi dan informasi yang telah diberikannya. Sehingga anak-anak ini akan mempunyai cara berpikir yang terlepas dari objektivitas. Akibatnya, sifat ekstremisme akan tumbuh di dalam diri anak untuk memegang teguh suatu gagasan yang diberikan oleh pesan politik terlepas dari dampaknya.

Kejiwaan anak-anak dibawah umur ini juga dapat terganggu akibat dari fisik dan mental yang terganggu. Seperti depresi akibat kecacatan fisik yang dialami setelah melakukan tindakan kekerasan. Serta rasa takut yang berlebihan setelah menyaksikan tindakan anarkis yang dilakukan oleh orang dewasa.

Solusi dari Permasalahan Ini

Mengingat masalah ini masih umum terjadi di sekitar lingkungan kita, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak negatif ini. Pertama adalah menghimbau para orang tua untuk menyaring percakapan mengenai pesan atau di depan anak. Karena memang anak-anak ini belum bisa dipercayai untuk menanggapi dan menghadapi dunia orang dewasa. Hal yang kedua adalah memastikan orang tua tidak menjadikan anak sebagai tempat untuk bercerita mengenai pandangannya terhadap isu-isu politik yang terjadi. Selain pandangan ini bersifat subjektif, anak-anak di bawah umur ini belum dapat berpikir secara lebih objektif. Sehingga banyak dari anak-anak ini hanya mengikuti kata orang tuanya atau narasumber yang dirasa benar.

Lalu apabila ada di antara anak-anak ini telah menghadapi permasalahan dengan mental atau kejiwaan yang tidak bisa ditangani, maka melakukan konsultasi dengan tenaga medis profesional dapat dilakukan. Penanganan yang diberikan oleh psikolog atau psikiater sebagai tenaga medis profesional ini dapat diberikan. Karena konsultasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan penegakan diagnosis yang akan dilakukan terlebih dahulu. Sehingga solusi yang efektif dapat diberikan untuk mengatasi permasalahan kejiwaan yang dihadapi oleh anak-anak ini. Apabila konsultasi serta penanganan yang diberikan dijalankan secara teratur maka hasil yang maksimal pun dapat dicapai.

Narasumber: Dr. Guntara Hari Sp.KJ