Mari Mengenal Agregasi Trombosit Lebih Dekat

Mengenal  Agregasi Trombosit

Apakah anda sudah mengenal agregasi trombosit secara tepat & benar?

Sebenarnya agregasi trombosit atau agregasi platelet menunjukan tingkat kemampuan darah Anda untuk menggumpal apakah kurang, normal atau justru berlebih. Dengan demikian mengenal agregasi trombosit lebih dalam dapat membantu anda untuk mengetahui keadaan kesehata anda.

Jika anda memiliki aggregasi trombosit yang berlebih (hiper) berarti darah Anda akan cepat menggumpal dan berisiko untuk mendapat serangan stroke bahkan jantung! Hal ini dikarenakan terjadi kerusakan dibagian dalam saluran darah dimana saluran ini tersumbat oleh kumpulan platelet atau trombosit

Hiperagregasi terdapat pada dua bagian dari sel darah merah yaitu sel darah merah itu sendiri (eritrosit) dan pada platelet atau trombosit.

Gejala yang diakibatkan oleh darah kental sangatlah banyak. Semua organ dapat terkena dampak sesuai dengan organ yang bersangkutan. Misalnya pada mata, bisa mengakibatkan pandangan jadi kabur hingga kebutaan akibat sumbatan. Gejala kekentalan darah yang paling sering ditemukan adalah sakit kepala, nyeri kepala migrain, kejang, gangguan kognitif dan bahkan stroke. Yang khas , tidak seperti umumnya, penderita stroke akibat kekentalan darah biasanya berusia muda.

Sumbatan yang ringan dapat menimbulkan gejala seperti pegal-pegal, sedang sumbatan yang besar bisa menimbulkan rasa nyeri dan sering kali dianggap terkena penyakit rematik

Dampak dari Darah Kental 

Semua organ dapat terkena dan akan menunjukkan gejala sesuai dengan organ yang bersangkutan:

  • Mata : penglihatan menjadi kabur sampai kebutaan akibat sumbatan total.
  • Telinga: gejalanya bisa berdengung/berdenging (tinitus), vertigo, gangguan pendengaran dan ketulian.
  • Sistem saraf : sakit kepala, nyeri kepala migrain, kejang, gangguan kognitif dan bahkan stroke.
  • Jantung bisa menyebabkan serangan jantung tiba-tiba, nyeri dada (angina pectoris) dan kerusakan katup jantung (insufisiensi mitral).
  • Pada organ reproduksi wanita, bisa menimbulkan gejala berupa keguguran yang berulang, infertilitas, eklamsia-preeklamsia dan kelahiran prematur.
  • Sumbatan di kaki atau tangan, menimbulkan gejala pegal-pegal dan penyakit rematik.
  • Di injal bisa menyebabkan gagal ginjal.
  • Di paru – paru menyebakan timbulnya rasa nyeri pada dada, napas pendek atau tersengal.

Persiapan Tes Agregasi Trombosit

Setelah mengenal agregasi trombosit lebih dalam, tentu kita mengetahui bahwa melakukan pemeriksaan kesehatan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan.

Pemeriksaan agregasi trombosit ini dilakukan sebagai alat bantu untuk mengetahui apakah terdapat kelainan atau gangguan pada fungsi trombosit seseorang. Jika anda memiliki agregasi trombosit yang berlebih (hiper) berarti darah anda akan cepat menggumpal dan berisiko untuk mendapat serangan stroke bahkan jantung! Hal ini dikarenakan terjadi kerusakan dibagian dalam saluran darah dimana saluran ini tersumbat oleh kumpulan platelet atau trombosit

 

Berikut adalah persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan tes agregrasi trombosit

  1. Pasien puasa 10 – 14 Jam, hanya boleh minum air putih
  2. Pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi tes seperti aspirin, penisilin, kortikosteroid, anti inflamasi dalam jangka waktu 10 hari sebelum tes
  3. Tidak mengonsumsi makanan berlemak selama 8-10 jam
  4. Tidak mengkonsumsi minuman bersoda, coklat dan mengkonsumsi daging merah yang berlebihan

 

Narasumber: Dr. Puspasari, Sp.S