fbpx
Thursday, November 22, 2018

Apakah Hubungan Seksual Sakit Itu?

Rasa sakit pada saat melakukan hubungan seksual atau sanggama merupakan salah satu masalah dalam kehidupan seksual. Istilah medis untuk rasa sakit pada saat sanggama adalah dyspareunia. Angka kejadian dyspareunia dalam beberapa penelitian disebutkan cukup tinggi hampir sekitar 40-45% namun angka ini mungkin bisa saja lebih tinggi karena terkadang banyak wanita merasa malu atau takut untuk berkonsultasi ke dokter.

Apa Penyebab Dyspareunia?

Penyebab dyspareunia secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu penyebab fisik dan emosional (psikis). Penyebab fisik dyspareunia berbeda-beda tergantung kapan nyeri itu terjadi yaitu saat tepat sebelum penetrasi (Entry Pain), selama penetrasi (Deep Pain) atau sesudah selesai berhubungan.

Entry Pain

Penyebab dari nyeri ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Lubrikasi vagina yang kurang

Foreplay yang tidak cukup seringkali menjadi penyebab utama kurangnya lubrikasi. Penurunan kadar estrogen setelah menopause atau melahirkan atau selama menyusui, obat-obatan seperti antidepresan, obat tekanan darah tinggi, obat penenang, antihistamin dan pil KB tertentu dapat juga menjadi penyebab.

  • Cidera, trauma atau iritasi

Termasuk cidera akibat kecelakaan, operasi ginekologi, episiotomi yang dilakukan saat persalinan untuk memperlebar jalan lahir.

  • Inflamasi (radang), infekasi atau penyakit kulit pada daerah genital

Infeksi di daerah kelamin atau saluran kemih seperti genital warts, herpes aimpleks genital, kista/abses bartolini, uretriris, vulvodynia, eksim atau masalah kulit lainnya di area genital juga bisa menjadi masalah.

  • Vaginismus

Otot vagina yg kaku terjadi secara tanpa sadar sehingga penetrasi menjadi sangat sulit bahkan mungkin tidak bisa dilakukan.

  • Kelainan Kongenital

Merupakan kelainan bawaan sejak lahir seperti tidak terbentuk vagina sepenuhnya (agenesis vagina) atau membran yang menghalangi pembukaan vagina (himen imperforata).

Deep Pain

Nyeri ini terjadi pada penetrasi mendalam dan menjadi lebih parah dengan posisi berhubungan tertentu. Faktor-faktor penyebab yaitu:

  • Penyakit dan kondisi tertentu :

    endometriosis, pelvic inflammatory disease (PID), prolaps organ panggul, myoma, cystitis, irritable bowel syndrome, hemorrhoid dan kista ovarium.

  • Operasi atau perawatan medis :

    bekas luka dari operasi organ pelvis seperti histerektomi (pengangkatan rahim), perawatan medis untuk kanker (radiasi dan kemoterapi).

Faktor Emosional/Psikis

  • Masalah psikologis.

Kecemasan, stress, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, ketakutan akan keintiman, atau masalah relationship dapat menyebabkan rendahnya tingkat gairah.

  • Riwayat kekerasan seksual.

Bagaimana cara mengatasinya?

Evaluasi medis diperlukan untuk menegakkan diagnosis dispareunia sehingga terapi yang diberikan sesuai dengan penyebabnya. Pemeriksaan tanda-tanda iritasi kulit, infeksi atau masalah anatomi, pemeriksaan vagina dengan spekulum dan pemeriksaan panggul juga akan dilakukan oleh dokter. Tes lainnya adalah pemeriksaan USG jika dicurigai ada kelainan organ reproduksi dalam perut.

Sebagian besar kasus dyspareunia disebabkan oleh lubrikasi vagina yang kurang. Cara mengatasinya cukup dengan relaksasi (jangan tegang) pada saat berhubungan, foreplay yang lebih lama dan bila perlu memakai lubrikan vagina (cairan/gel pelumas) terutama juga pada wanita pre dan pascamenopause. Pada wanita pascamelahirkan yang mengalami nyeri pada saat berhubungan tidak membutuhkan terapi medis, cukup menunggu setidaknya 6 minggu pascamelahirkan untuk memulai lagi kegiatan seksual. Namun apabila nyeri terus berlanjut perlu diperhatikan apakah ada komplikasi pada luka jahitan perineum. Bila ditemukan ada infeksi maka akan diberikan terapi sesuai dengan jenis infeksinya. Bila ditemukan kelainan bentuk anatomi Dokter akan membicarakan tentang kemungkinan dilakukan tindakan operasi, begitu pula pada kasus ditemukan kelainan seperti tumor pada rahim atau ovarium. Terapi alternatif lainnya termasuk konseling terapi seks dengan konselor.

Jika Anda mengalami nyeri berulang saat berhubungan intim, bicarakan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Narasumber: dr. Andriana Kumala Dewi, Sp.OG

Artikel Terbaru

Diagnosis dan Tata Laksana Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir

Penjelasan Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir Penyakit ginjal kronik (PGK) biasanya tidak menunjukk...

Read More

Solusi Restorasi Rahang Tidak Bergigi

Mengetahui Solusi Dari Rahang Tidak Bergigi Rahang tidak bergigi yang diakibatkan oleh kehilangan gi...

Read More

Sudahkah Anda Mengenal Gejala Demam Tifoid Pada Orang Dewasa

Mengenali Gejala Demam Tifoid & Informasi Seputarnya Untuk Kualitas Hidup Yang Lebih Baik Sebelu...

Read More

Ibadah Puasa Untuk Penderita Diabetes

Persiapan Yang Perlu Dilakukan Sebelum Melakukan Ibadah Puasa Bagi penderita diabetes yang ingin men...

Read More

Bahaya Yang Ditimbulkan Oleh Gangguan Tidur Sleep Apnea

Apa Itu Gangguan Tidur Sleep Apnea? Apakah anda pernah mendengar gangguan tidur Sleep Apnea? Ini mer...

Read More
Shares