Sirkumsisi Electric Couter – Kenali Manfaatnya

Definisi Sirkumsisi

” Kenali metode sirkumsisi electric couter untuk kualitas hidup anak yang lebih baik

Sirkumsisi atau khitan atau sunat adalah prosedur yang biasa dilakukan dalam operasi. Prosedur ini sama tuanya dengan peradaban manusia, dimulai pada abad pertengahan. Sekitar 25-33% dari total populasi laki-laki di dunia disunat. Di AS, rata-rata satu juta bayi laki-laki yang baru lahir disunat setiap tahunnya. Tingkat sunat di AS setinggi 70%, sementara di Inggris itu adalah 6%. Di Nigeria, tingkat sunat diperkirakan 87%. Di Indonesia usia yang paling sering adalah 5-12 tahun.

Dalam laporan paling baru yang diterbitkan oleh American Academy of the Children menyimpulkan bahwa sirkumsisi bermanfaat bagi kesehatan dari bayi baru lahir. Banyak metode sirkumsisi yang digunakan saat ini, salah satunya dengan menggunakan metode klem.

Manfaat Sirkumsisi

Manfaat spesifik termasuk mengurangi risiko mendapatkan infeksi saluran kemih, Human Immunoductency Virus (HIV) dan beberapa infeksi menular seksual lainnya, dan kanker penis. Secara khusus, bukti yang menghubungkan sunat laki-laki dengan penurunan penularan HIV telah menyebabkan masyarakat global merekomendasikan program penanganan massal sebagai strategi pencegahan HIV .

Sekitar 25-33% dari total populasi laki-laki di dunia disunat. Di AS, rata-rata satu juta bayi laki-laki yang baru lahir disunat setiap tahunnya. Tingkat sunat di AS setinggi 70%, sementara di Inggris itu adalah 6%. Di Nigeria, tingkat sunat diperkirakan 87%.2 Secara medis tidak ada batasan umur untuk melakukan sirkumsisi. Di Indonesia usia yang paling sering adalah 5-12 tahun dan banyaknya anak laki-laki untuk melakukan sirkumsisi adalah 85 % (8,7 juta). Angka kejadian sirkumsisi pada pria dipengaruhi oleh pola geografis yang berbeda. Di Asia Tenggara dan pulau Pasifik memiliki prevalensi 27% tersebar di Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Filipina. Tiga belas negara berkembang seperti di Afrika Utara dan Timur Tengah memiliki prevalensi sebesar 14% dan 28 negara Afrika Sub-Sahara memiliki prevalensi sebesar 45%.

Metode Sirkumsisi Electric Couter

Secara medis dokter memiliki beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko perdarahan pada pasien, diantaranya menggunakan CO2, laser, lem jaringan, epinephrine, nitrat silver, thrombin, dilakukan penjahitan dan penggunaan electro surgery.

Diathermy atau dengan kata lain merubah energy elektromagnetik menjadi tenaga panas untuk tindakan sirkumsisi sebenarnya masih menjadi kontroversi. Electro surgery (diathermy) pada sirkumsisi ditujukan untuk mencapai kondisi sunat yang hemostasis (menghentikan/ minimal perdarahan). Metode ini telah digunakan puluhan tahun lamanya, dan telah disempurnakan oleh Bovie dari universitas Harvard pada tahun 1926. Dimana saat itu dibuat unit electro surgery yang memproduksi arus frekuensi tinggi yang selanjutnya dihantarakan ke sebuah loop pemotong (elektroda) dan digunakan untuk pemotongan jaringan, koagulasi dan pengeringan.

Teknik electro surgery di masyarakat kita sering juga disebut laser atau popular dengan sunat laser padahal bukan, karena tidak menggunakan energy laser dan hanya menggunakan energy panas dari arus listrik frekuensi tinggi. Beberapa tenaga medis juga sering menyebutnya sebagai electro cauter (EC). 

Tahapannya adalah preputium ditarik keluar distal kemudian tabung dari klem dimasukkan sedemikian rupa sehingga bagian proksimal dari tabung dari klem berada pada korona glandis. Couter digunakan untuk menghilangkan preputium berlebihan. Gland penis sudah terlindungi dengan aman oleh tabung dari klem sehingga tidak akan cedera oleh cauter yang digunakan.