fbpx
Wednesday, May 22, 2019

Penjelasan Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir

Penyakit ginjal kronik (PGK) biasanya tidak menunjukkan gejala kecuali sudah pada stadium atau tahap akhir. Penyakit ginjal kronik yang dimaksud adalah kerusakan struktur ginjal yang permanen (3 bulan lebih), yang ditandai dengan kelainan anatomis atau adanya protein dalam urin. Protein dalam urin kadang tidak cukup hanya dideteksi dengan pemeriksaan urin biasa namun harus dengan pemeriksaan protein kuantitatif (urine albumin creatinine ratio). Sedangkan tahap akhir yang dimaksud adalah saat pasien sudah memerlukan terapi pengganti ginjal berupa transplantasi ginjal, hemodialisis, atau dialisis peritoneal.

Bagaimana Penanganan Yang Tepat?

Semua manusia memiliki risiko penyakit ginjal kronik, dan memang angkanya meningkat terus sehingga disarankan pemeriksaan urin (bukan hanya darah) pada mereka yang berisiko. Risiko PGK tahap akhir dimiliki mereka dengan diabetes, hipertensi, batu saluran kemih, asam urat tinggi, glomerulonephritis, kurang minum air putih (sering dehidrasi), atau banyak mengonsumsi obat-obatan atau herbal. Bagi anak muda dengan peradangan ginjal (glomerulonephritis), kelainan anatomi ginjal, dan dengan keturunan penyakit ginjal perlu melakukan pemeriksaan ginjal berkala karena PGK tahap akhir tidak hanya dapat menimpa orang tua namun dapat terjadi juga pada anak muda bahkan anak kecil sehingga skrining perlu dilakukan. Biasanya yang sering terlewat adalah mereka yang tidak menjalani USG fetomaternal saat kehamilan sehingga saat anaknya ada kelainan ginjal diketahuinya sudah terlambat, atau bagi mereka yang tidak pernah menjalani pemeriksaan urin sama sekali. Sebaiknya saat usia 18 tahun dilakukan pemeriksaan urin agar bila ada kelainan dapat didiagnosis sebelum ginjal mengalami PGK tahap akhir.

Kriteria Penderita Penyakit Ginjal Kronik Tahap Akhir

Diagnosis PGK tahap akhir yaitu bila dengan pengamatan dalam 3 bulan tidak ada perbaikan kreatinin (fungsi ginjal) walaupun sudah mendapat terapi terbaik, fungsi ginjal sangat rendah (kurang dari 15 ml/men/1,73 m2), tidak ada obstruksi atau masalah lain yang bisa dioperasi atau diperbaiki dalam USG saluran kemih. Sedangkan terapinya adalah terapi pengganti ginjal yang disebutkan di atas yang dilakukan secara kronis/ terus-menerus. BIla ada terapi lain yang ditawarkan diluar transplantasi ginjal, hemodialisis, atau dialisis peritoneal untuk PGK tahap akhir, terapi itu biasanya masih dalam tahap penelitian, seperti terapi sel punca atau terapi sel, yang hasilnya belum memuaskan sampai saat ini. Perlu diingat bahwa terapi pengganti ginjal dimaksudkan sebagai pemanjang umur dan peningkatan kualitas hidup dan bukan akhir dari segalanya. Pasien dengan terapi pengganti ginjal dapat memiliki umur yang panjang dan berkualitas, dapat memiliki anak, dan bekerja seperti biasa. Terapi pengganti ginjal yang terbaik tentu adalah transplantasi ginjal yang saat ini sudah ditanggung sebagian besar biayanya oleh pemerintah dan mudah-mudahan dengan edukasi yang baik, semakin banyak orang yang berani mendonorkan ginjalnya, setidaknya bagi keluarganya sendiri yang memerlukan. Perlu diketahui bahwa setiap calon donor ginjal diskrining dahulu secara ketat agar dapat dipastikan sehat seumur hidupnya dengan satu ginjal.

Narasumber: Dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD, KGH, FINASIM

Artikel Terbaru

Diagnosis dan Tata Laksana Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir

Penjelasan Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir Penyakit ginjal kronik (PGK) biasanya tidak menunjukk...

Read More

Solusi Restorasi Rahang Tidak Bergigi

Mengetahui Solusi Dari Rahang Tidak Bergigi Rahang tidak bergigi yang diakibatkan oleh kehilangan gi...

Read More

Sudahkah Anda Mengenal Gejala Demam Tifoid Pada Orang Dewasa

Mengenali Gejala Demam Tifoid & Informasi Seputarnya Untuk Kualitas Hidup Yang Lebih Baik Sebelu...

Read More

Ibadah Puasa Untuk Penderita Diabetes

Persiapan Yang Perlu Dilakukan Sebelum Melakukan Ibadah Puasa Bagi penderita diabetes yang ingin men...

Read More

Bahaya Yang Ditimbulkan Oleh Gangguan Tidur Sleep Apnea

Apa Itu Gangguan Tidur Sleep Apnea? Apakah anda pernah mendengar gangguan tidur Sleep Apnea? Ini mer...

Read More
Shares