fbpx
Thursday, October 25, 2018

Pembukaan dari Perjalanan Terapi Kanker Paru-Paru

 Atasi permasalahan sistem pernapasan anda dengan terapi kanker paru-paru”

Pembukaan

Huk huk huk,  terdengar suara batuk dari seorang laki-laki yang tiada henti. Laki-laki tersebut berusaha mengobati dirinya dengan obat-obatan warung.

Karena batuk yang tiada henti dia berobat ke seorang dokter. Dokter tersebut menyarankan dilakukan foto toraks dan dari hasil foto tersebut dokter menyatakan TBC Paru.

Pasien berobat rutin meminum bermacam obat TBC. Setelah 3 bulan meminum obat tersebut ternyata tidak ada perubahan bahkan terjadi batuk darah yang banyak.

Gejala tersebut merupakan gejala khas awal antara kanker paru atau TBC paru.  Kanker paru adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh dengan luar biasa cepat, menyebabkan tumor terbentuk.

Biasanya gejala penyebaran kanker paru lebih dominan dibandingkan dengan gejala tumor primernya.

Pengobatan

Pasien mencari alternatif lain untuk berobat ke dokter ahli paru, kemudian dokter meminta untuk membuat CT-Scan toraks. Ternyata hasilnya menunjukkan adanya massa yang berada di paru atas kanannya.

Selain itu tampak pula anak sebar berupa nodule-nodule di paru sebelah kirinya. Hal ini menunjukkan tumor kanannya sudah menyebar ke sebelah kiri. Inilah yang sering dialami oleh penderita kanker paru yang terlambat diobati.

Terapi Kanker Paru-Paru

Terapi kanker paru-paru dapat dilakukan pembedahan apabila masih stadium dini, sedangkan radiasi/penyinaran  dapat dilakukan sesudah operasi maupun paliatif untuk mengurangi rasa nyerinya.

Pada kasus yang lebih lanjut dapat diberikan obat kemoterapi yang dimasukkan melalui pembuluh vena dengan berbagai macam pilihan komposisi sesuai dengan jenis sel kankernya. Pengobatan ini tidak banyak disukai pasien karena efek samping berupa mual, muntah, rambut rontok dan gangguan pada sel darah.

Dengan berkembangnya metode pengobatan kanker paru, pada Kanker Paru Jenis Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK), telah ditemukan obat tablet dari generasi pertama hingga generasi ke tiga, yang dikenal dengan Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI) sebagai terapi target.

KPKBSK adalah jenis kanker paru yang terbanyak (85%). Dari jenis ini yang terbanyak adalah adenokarsinoma. Untuk mendapatkan terapi ini, harus melalui uji mutasi EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor). Apabila uji EGFR ini positif  baru dapat menggunakan terapi target tersebut. Terapi ini sudah bisa dilakukan di Bethsaida Hospitals.

Imunoterapi merupakan terapi kanker paru yang terkini yang sudah dapat dilakukan di Indonesia di beberapa rumah sakit besar khusus yang menangani kanker paru. Terapi ini dikenal dengan sebutan anti PD1/PDL1, yang mana dapat diketahui dengan menjalani biopsi jaringan terlebih dahulu.

Terapi ini masih termasuk terapi yang mahal. Pada beberapa uji klinik dapat digunakan kombinasi antara kemoterapi dan imunoterapi bahkan diberikan dengan 2 jenis imunoterapi yang berbeda.

Pemilihan obat-obat kanker paru haruslah efektif, efek samping minimal, spesifik tumor, aman dan harga terjangkau sesuai dengan stadium kanker. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman sekitar dapat membantu mental Anda untuk mengatasi rasa sakit akibat kanker.

Narasumber: dr. A. Mulawarman Jayusman Sp. P (K) Onk

Artikel Terbaru

Diagnosis dan Tata Laksana Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir

Penjelasan Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir Penyakit ginjal kronik (PGK) biasanya tidak menunjukk...

Read More

Solusi Restorasi Rahang Tidak Bergigi

Mengetahui Solusi Dari Rahang Tidak Bergigi Rahang tidak bergigi yang diakibatkan oleh kehilangan gi...

Read More

Sudahkah Anda Mengenal Gejala Demam Tifoid Pada Orang Dewasa

Mengenali Gejala Demam Tifoid & Informasi Seputarnya Untuk Kualitas Hidup Yang Lebih Baik Sebelu...

Read More

Ibadah Puasa Untuk Penderita Diabetes

Persiapan Yang Perlu Dilakukan Sebelum Melakukan Ibadah Puasa Bagi penderita diabetes yang ingin men...

Read More

Bahaya Yang Ditimbulkan Oleh Gangguan Tidur Sleep Apnea

Apa Itu Gangguan Tidur Sleep Apnea? Apakah anda pernah mendengar gangguan tidur Sleep Apnea? Ini mer...

Read More
Shares