Tumor Otak: Pertumbuhan Yang Terjadi Secara Liar

Apa itu Tumor pada Otak?

Saat sel normal menua atau rusak, normalnya sel tersebut akan mati dan digantikan sel yang baru. Bila proses ini tidak berjalan semestinya maka sel baru tadi akan tumbuh liar bahkan saat tubuh tidak membutuhkannya, dan sel yang tua atau rusak batal mati disaat seharusnya. Kelebihan pertumbuhan sel ini mengakibatkan tumor. Dalam jumlah yang kecil, sel tumor ini belum menimbulkan gejala dan lebih mudah ditangani

Bila dikatakan menderita tumor pada otak, sudah lumrah pasien menanyakan apa penyebab tumor otak tersebut. Apakah akibat pola makan yang buruk? Apakah gaya hidup yang salah? Keturunan? Infeksikah? Tapi hingga kini  tidak ada data yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Peneliti hanya mampu menemukan beberapa faktor resiko pasien penderita tumor otak. Radiasi pengion (misalnya dari x-ray) di kepala dan sumber lain yang mengakibatkan malfungsi sel dan berakhir menjadi tumor pada otak.  Riwayat keluarga sebenarnya memberikan resiko yang sangat kecil.  Penggunaan ponsel, cedera kepala, paparan medan magnet yang besar, semua itu telah diteliti namun belum dilaporkan adanya hubungan antara faktor-faktor tadi dengan kejadian tumor otak.

Gejala

Gejala yang timbul akibat tumor otak tergantung dari ukuran, tipe dan lokasinya. Gejala timbul bila tumor telah menyebabkan penekanan pada otak yang mengganggu fungsii normalnya. Bila tumor menyumbat aliran cairan otak, maka terjadi penumpukan cairan otak yang dikenal dengan sebutan hidrosefalus. Gejala tumor otak yang umum antara lain adalah nyeri kepala (terutama saat bangun tidur), mual hingga muntah, kesemutan bahkan kelemahan pada anggota gerak, gangguan memori, pendengaran, penglihatan bahkan keseimbangan, terjadi kejang pada sebagian anggota tubuh hingga seluruh tubuh yang bisa saja diikuti penurunan kesadaran. Bila ada keluhan seperti disebutkan tadi, sebaiknya segerakan pemeriksaan ke rumah sakit. Diagnosa yang cepat dan tepat akan memberikan peluang kesembuhan lebih besar.

Jenis dan Grade Tumor Otak

Tumor otak dapat dikategorikan jinak dan ganas. Tumor jinak biasanya mudah dievakuasi dan jarang sekali tumbuh kembali. Tumor jinak memiliki tepi yang jelas, dan jarang menginvasi sel otak normal. Tergantung dari lokasinya, tumor otak jinak bisa mengancam jiwa pasien. Tumor jinak bisa berubah menjadi ganas. Hal ini lebih sering terjadi pada pasien dewasa dibandingkan pada pasien anak-anak. Tumor yang ganas biasanya lebih serius dan seringkali mengancam jiwa pasien. Mereka tumbuh cepat dan menginvasi sel otak yang sehat bahkan menyebar ke bagian otak lainnya atau ke saraf spinal. Tumor otak diberi grade sesuai keganasannya. Grade 1 adalah tumor jinak. Grade 2 hingga 4 adalah tumor ganas. Mereka dibedakan berdasarkan pertumbuhannya.

Selain gejala dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menemukan tumor otak. Pemeriksaan MRI otak dengan kontras menjadi pilihan pertama karena banyak informasi yang bisa didapat dari pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan MRI juga tidak menggunakan radiasi pengion. Pada fasilitas kesehatan yang lebih sederhana, pemeriksaan dasar untuk tumor otak berupa CT scan dengan kontras. Pemeriksaan penunjang yang tepat akan menghemat waktu, biaya dan mempertajam diagnosa.

Terapi

Penderita tumor otak memiliki beberapa pilihan terapi, antara lain adalah pembedahan, radiasi, dan kemoterapi. Banyak pasien yang menjalani ketiganya sekaligus. Tipe, lokasi, ukuran tumor dan usia pasien ikut menentukan pilihan terapi yang terbaik. Konsultasi dengan dokter akan menjelaskan pilihan terapi, hasil yang diharapkan hingga kemungkinan efek samping yang bisa saja timbul. Beberapa pertanyaan yang bisa ditanyakan saat konsultasi antara lain: apakah tumor otak tersebut jinak atau ganas?, apa saja pilihan terapi yang ada?, apa rekomendasi dokter untuk kondisi tumor otak tersebut?, mengapa?, apa saja persiapan yang perlu dilakukan?, berapa lama perkiraan perawatan di rumah sakit?, akankah terapi tersebut menyebabkan perubahan aktifitas sehari-hari?, berapa biayanya? Akankah asuransi menanggung biaya pengobatan?, dan terakhir, bolehkah mencari second opinion untuk pengobatan tumor ini?

Pembedahan

Pilihan pertama hampir di semua tumor otak adalah pembedahan. Pembedahan dilakukan dalam bius umum, umumnya rambut akan dicukur semua namun beberapa pusat kesehatan sudah tidak mewajibkan pencukuran seluruh rambut. Pada beberapa kasus, terkadang pasien dibangunkan di tengah pembedahan untuk membantu dokter melindungi bagian otak yang vital. Untuk mengatasi hidrosefalus, dokter bisa memasang selang cairan otak. Selang ini biasanya sementara, namun bisa juga dipasang permanen pada operasi kedua. Setelah pembedahan, pasien bisa diobservasi di ruang intensif/ ICU. Rasa nyeri dikontrol dengan anti nyeri. Pemulihan setelah operasi bervariasi bagi semua pasien. Ada yang beberapa hari, ada yang beberapa minggu sebelum mampu berakfitas lagi. Bila pembedahan tidak memungkinkan, maka pilihan terapi berikutnya adalah radiasi dan kemoterapi.

Radiasi

Radiasi membunuh sel tumor dengan x-ray dosis tinggi, gamma ray atau proton. Terapi radiasi biasa dilakukan setelah pembedahan untuk membunuh sel tumor yang tersisa. Bisa juga dilakukan pada pasien yang tidak memungkinkan menjalani pembedahan. Terapi radiasi ini biasanya dilakukan dalam beberapa minggu. Dibagi dalam beberapa dosis. Pembagian itu dilakukan untuk melindungi sel otak yang sehat dari paparan sinar radiasi. Proton menggunakan energi yang lebih kecil dibanding sinar-X.  Dengan bantuan komputer, radiasi sinar-X kini bisa difokuskan pada tumor saja misalnya dengan stereotactic radiasi. Secara umum, efek samping yang timbul biasanya sedikit. Beberapa pasien mengeluhkan sakit kepala, mual, rasa lelah, kemerahan pada kulit setelah radiasi. Rambut biasanya tumbuh lagi beberapa bulan setelah radiasi. Radiasi bisa merusak kelenjar pituitari dan area otak lainnya. Pada anak-anak radiasi dapat mengakibatkan gangguan perkembangan bahkan meningkatkan resiko tumor otak pada saat mereka dewasa.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk mengobati tumor otak. Obat kemoterapi diberikan melalui selang infus dan langsung dimakan/ per oral. Kemoterapi dapat diberikan setelah atau selama/ bersamaan dengan terapi radiasi. Obat kemoterapi akan mengalir ke seluruh tubuh. Pasien terkadang dirawat, tapi obat kemoterapi juga bisa dimakan di rumah. Efek samping yang biasa dirasakan antara lain mual, kelemahan, demam, dan hilang nafsu makan. Semua keluhan efek samping biasanya mampu diatasi dengan obat-obatan.

Narasumber: Dr. Wienorman Gunawan, Sp.BS