Hernia pada Anak: Kenali Benjolan yang Tidak Boleh Diabaikan
Pernah melihat benjolan di lipat paha, kantong kemaluan, atau pusar anak yang muncul saat ia menangis, batuk, mengejan, atau aktif bergerak, lalu mengecil ketika anak kembali tenang?
Kondisi ini sering dianggap biasa karena tampak hilang-timbul. Padahal, benjolan tersebut dapat menjadi salah satu tanda hernia dan perlu diperiksakan kepada dokter.
Hernia terjadi ketika jaringan atau organ di dalam perut menonjol keluar melalui celah atau bagian otot yang lemah. Kondisi ini dapat ditemukan sejak bayi baru lahir hingga anak berusia lebih besar.
Apa Itu Hernia pada Anak?
Hernia pada anak merupakan kondisi ketika jaringan dari dalam rongga perut keluar melalui celah yang seharusnya sudah tertutup atau melalui area otot yang lemah.
Jenis hernia yang sering ditemukan pada anak adalah hernia inguinalis, yaitu hernia yang muncul di area lipat paha. Pada anak laki-laki, benjolan dapat turun hingga kantong kemaluan. Pada anak perempuan, benjolan dapat tampak di sekitar labia.
Anak juga dapat mengalami hernia umbilikalis, yaitu benjolan yang muncul di area pusar.
Menurut American Academy of Pediatrics, hernia inguinalis pada bayi cukup bulan terjadi sekitar 8–50 kasus per 1.000 kelahiran hidup, dengan risiko yang lebih tinggi pada bayi prematur.
— dr. Kozzy, Sp.BA
Dokter Spesialis Bedah Anak
Bethsaida Hospital Gading Serpong
Ciri-Ciri Hernia Inguinalis pada Anak
Hernia inguinalis umumnya ditandai dengan benjolan di lipat paha, kantong kemaluan, atau labia. Benjolan biasanya lebih terlihat saat anak menangis, batuk, mengejan, berdiri, atau aktif bergerak.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan oleh orang tua antara lain:
- Benjolan tampak hilang-timbul.
- Benjolan mengecil saat anak berbaring atau kembali tenang.
- Anak tampak rewel, tidak nyaman, atau mengeluhkan nyeri di sekitar benjolan.
- Area benjolan tampak kemerahan, membesar, atau terasa keras.
- Benjolan tidak dapat masuk kembali.
- Anak mengalami muntah, perut kembung, demam, lemas, atau tidak mau makan.
Apakah Hernia Inguinalis pada Anak Berbahaya?
Hernia inguinalis perlu diperiksa karena umumnya tidak dapat menutup dengan sendirinya. Jika dibiarkan, jaringan atau usus yang keluar dapat terjepit di dalam celah hernia.
Kondisi terjepit tersebut dapat mengganggu aliran darah ke jaringan dan berisiko menimbulkan nyeri hebat, muntah, perut kembung, hingga kerusakan jaringan yang membutuhkan tindakan segera.
— dr. Kozzy, Sp.BA
Dokter Spesialis Bedah Anak
Bethsaida Hospital Gading Serpong
Tanda Bahaya yang Membutuhkan Penanganan Segera
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila benjolan disertai salah satu kondisi berikut:
- Benjolan menjadi keras dan terasa nyeri.
- Benjolan tidak mengecil atau tidak dapat masuk kembali.
- Warna kulit di sekitar benjolan berubah kemerahan atau keunguan.
- Anak muntah berulang.
- Perut terlihat kembung.
- Anak tampak sangat rewel, lemas, atau tidak mau makan.
- Anak mengalami demam atau penurunan kondisi umum.
Gejala tersebut dapat menandakan jaringan atau usus terjepit sehingga membutuhkan evaluasi dan penanganan medis secepatnya.
Penanganan Hernia Inguinalis pada Anak
Penanganan hernia dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dengan mempertimbangkan usia anak, ukuran dan lokasi benjolan, keluhan yang dialami, serta ada atau tidaknya komplikasi.
Berbeda dengan sebagian kasus hernia umbilikalis yang dapat menutup seiring pertumbuhan anak, hernia inguinalis umumnya memerlukan tindakan operasi.
Herniotomy
Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah herniotomy. Tindakan ini bertujuan mengembalikan jaringan ke posisi semestinya, kemudian menutup celah hernia agar benjolan tidak muncul kembali.
Pendekatan Laparoskopi
Pada kasus tertentu, herniotomy dapat dilakukan melalui pendekatan laparoskopi. Teknik ini menggunakan sayatan berukuran kecil serta bantuan kamera agar dokter dapat melihat area hernia dengan lebih jelas.
— dr. Kozzy, Sp.BA
Dokter Spesialis Bedah Anak
Bethsaida Hospital Gading Serpong
Apakah Semua Benjolan pada Anak Merupakan Hernia?
Tidak semua benjolan di lipat paha, kantong kemaluan, labia, atau pusar merupakan hernia. Benjolan dapat berkaitan dengan kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan berbeda.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak mencoba memijat, menekan secara paksa, atau memberikan pengobatan sendiri pada area benjolan. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Penanganan Hernia Anak di Bethsaida Hospital Gading Serpong
Di Bethsaida Hospital Gading Serpong, pemeriksaan dan penanganan hernia inguinalis pada anak dapat dilakukan oleh Dokter Spesialis Bedah Anak.
Anak dapat memperoleh evaluasi menyeluruh untuk memastikan diagnosis, menilai tingkat risiko, serta menentukan rencana penanganan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Bethsaida Hospital Gading Serpong juga mendukung tindakan herniotomy, termasuk pendekatan laparoskopi pada kasus yang sesuai. Dengan dukungan dokter spesialis, fasilitas medis, ruang operasi, dan tim yang terintegrasi, proses penanganan dapat dilakukan secara terarah mulai dari konsultasi, tindakan, hingga pemantauan pascaoperasi.
— dr. Margareth Aryani Santoso, MARS
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong
Jangan menunggu hingga benjolan terasa nyeri atau tidak dapat masuk kembali. Konsultasikan kondisi anak bersama Dokter Spesialis Bedah Anak di Bethsaida Hospital Gading Serpong untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Konsultasi Bedah Anak