Bayi Sulit Menyusu Langsung: Apakah Karena Tongue Tie?
Vina Bethsaida Hospital Cari Dokter Emergency 1-500-990

Bayi Sulit Menyusu Langsung: Apakah Karena Tongue Tie?

Ibu menyusui bayi secara langsung dalam edukasi tentang tongue tie dan kesulitan menyusu

Bayi sulit menyusu langsung sering membuat orang tua khawatir. Apalagi ketika muncul dugaan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh tongue tie. Istilah ini semakin sering terdengar, terutama saat bayi sulit melekat pada payudara, sering terlepas ketika menyusu, atau tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai harapan. Namun, apakah setiap bayi yang sulit menyusu pasti mengalami tongue tie?

Menurut dr. Viany Rehansyah P, M.Ked(Ped), Sp.A, CBS, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Laktasi Bethsaida Hospital Serang, jawabannya adalah tidak. “Tongue tie memang bisa menjadi salah satu penyebab bayi mengalami kesulitan menyusu, tetapi bukan berarti setiap bayi yang sulit menyusu pasti mengalami tongue tie. Kita perlu melihat proses menyusunya secara menyeluruh,” jelas dr. Viany.

Mengenal Tongue Tie

Tongue tie atau ankyloglossia merupakan kondisi ketika frenulum, yaitu jaringan yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut, membatasi gerakan lidah. Gerakan lidah berperan penting saat bayi melekat pada payudara, mengisap, mengeluarkan ASI, dan menelannya. Jika gerak lidah benar-benar terbatas, proses menyusu dapat terganggu.

Namun, bentuk frenulum yang terlihat pendek tidak otomatis berarti bayi mengalami gangguan menyusu. Yang lebih penting adalah apakah kondisi tersebut benar-benar mengganggu fungsi lidah.

Sulit Menyusu Tidak Selalu Karena Tongue Tie

Bayi yang belum menyusu dengan optimal dapat terlihat sulit melekat, sering terlepas, terdengar bunyi “klik”, menyusu sangat lama, mudah lelah, atau tetap tampak belum puas setelah menyusu. Ibu juga dapat mengalami nyeri atau luka pada puting, sementara berat badan bayi sulit bertambah. Meski tanda-tanda tersebut dapat muncul pada tongue tie, penyebabnya bisa beragam.

Posisi dan pelekatan yang belum tepat merupakan salah satu penyebab yang sering ditemui. Selain itu, bayi yang lahir prematur, mudah mengantuk, mengalami hidung tersumbat, atau memiliki koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas yang belum optimal juga dapat mengalami kesulitan menyusu.

Dari sisi ibu, bentuk puting, kondisi payudara, produksi ASI, serta aliran ASI yang terlalu cepat atau lambat juga dapat mempengaruhi proses menyusui. “Masalah menyusui bisa berasal dari bayi, ibu, atau kombinasi keduanya. Karena itu, evaluasinya perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada lidah bayi,” terang dr. Viany.

Apakah Semua Tongue Tie Harus Ditindak?

Tidak semua bayi dengan tongue tie memerlukan tindakan. Pada sebagian bayi, masalah menyusui dapat membaik setelah posisi dan pelekatan diperbaiki serta ibu mendapat pendampingan laktasi yang tepat.

Dalam konsultasi laktasi, dokter dapat menilai posisi bayi, pelekatan, pola hisapan, proses menelan, kondisi rongga mulut, perpindahan ASI, serta pertumbuhan dan berat badan bayi.

Tindakan pada frenulum baru dipertimbangkan apabila keterbatasan gerak lidah terbukti menyebabkan gangguan fungsi menyusu yang bermakna.

“Tindakan pada frenulum tidak otomatis diperlukan pada setiap bayi. Yang utama adalah menilai apakah ada gangguan fungsi yang benar-benar memengaruhi proses menyusu,” ujar dr. Viany.

Jika bayi terus sulit melekat pada payudara, sering terlepas saat menyusu, mudah lelah, menyusu lama tetapi tetap belum puas, atau berat badannya sulit bertambah, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau konselor laktasi. Konsultasi juga dianjurkan apabila ibu mengalami nyeri atau luka pada puting secara berulang.

Evaluasi sejak dini dapat membantu menemukan penyebab masalah dan menentukan pendampingan yang sesuai bagi ibu dan bayi.

Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan Dokter Spesialis Anak dan Konseling Laktasi untuk membantu ibu dan bayi menghadapi berbagai tantangan selama proses menyusui.

dr. Tirta Mulya, Direktur Bethsaida Hospital Serang, menyampaikan, “Keberhasilan menyusui melibatkan kondisi dan kesiapan ibu serta bayi. Melalui layanan Dokter Spesialis Anak yang didukung Konseling Laktasi, kami ingin membantu orang tua mendapatkan evaluasi dan pendampingan yang tepat sejak awal.” Dengan evaluasi yang menyeluruh, penyebab kesulitan menyusu dapat diketahui lebih tepat sehingga ibu dapat menyusui dengan lebih nyaman dan bayi memperoleh nutrisi optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Konsultasi Dokter Spesialis Anak

Bayi Mengalami Kesulitan Menyusu?

Konsultasikan kondisi bayi dengan Dokter Spesialis Anak di Bethsaida Hospital Serang untuk mendapatkan evaluasi sesuai kebutuhan.

  • Evaluasi keluhan menyusu pada bayi
  • Penilaian pertumbuhan dan berat badan bayi
  • Informasi dokter dan jadwal konsultasi
Pediatric Center

Dukung Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil

Pediatric Center Bethsaida Hospital Serang menghadirkan layanan kesehatan anak, termasuk evaluasi kesulitan menyusu dan konseling laktasi sesuai kebutuhan ibu dan bayi.

  • Konsultasi dan pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak
  • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Evaluasi kesulitan menyusu dan pendampingan laktasi