Campak pada Anak Meningkat! Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Belakangan ini, penyakit campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya peningkatan kasus serta Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di berbagai wilayah sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
Sepanjang tahun 2025, tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi dan 69 kasus kematian. Memasuki tahun 2026 hingga minggu ke-7, terdapat 8.224 kasus suspek dan 572 kasus terkonfirmasi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Apa Itu Campak?
Campak merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyebarannya terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.
Virus ini dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda selama beberapa waktu, sehingga meningkatkan risiko penularan pada orang di sekitar.
Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan berkembang selama 10–12 hari sebelum menimbulkan gejala. Jika satu anak terinfeksi di lingkungan yang belum terlindungi vaksin, penyebaran dapat terjadi dengan cepat.
Gejala Campak pada Anak
Pada tahap awal, gejala campak sering menyerupai flu biasa sehingga kerap tidak disadari.
Gejala awal meliputi:
- Demam tinggi
- Batuk (Cough)
- Pilek (Coryza)
- Mata merah dan berair (Conjunctivitis)
Ciri khas campak adalah munculnya bercak koplik di dalam mulut, diikuti dengan ruam kulit yang dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.
— dr. Venty, Sp.A, CIMI
Penanganan Campak
Hingga saat ini belum terdapat antivirus khusus untuk campak, sehingga penanganan bersifat suportif dan simptomatik.
Penanganan suportif meliputi:
- Istirahat cukup
- Asupan nutrisi yang baik
- Kecukupan cairan
- Pemberian vitamin A sesuai usia
Penanganan simptomatik meliputi:
- Obat demam dan batuk
- Perawatan mata
- Perawatan kulit
- Antibiotik jika terdapat infeksi sekunder
Perawatan di fasilitas kesehatan diperlukan apabila terjadi komplikasi seperti pneumonia, dehidrasi, atau kejang.
Pencegahan Campak
Pencegahan umum:
- Mencuci tangan secara rutin
- Menerapkan etika batuk dan bersin
- Isolasi penderita selama masa infeksi
- Menghindari kontak dengan kelompok rentan
Pencegahan spesifik melalui vaksinasi:
- Vaksin MR usia 9 bulan
- Booster usia 15–18 bulan
- Booster lanjutan usia 5–7 tahun
— dr. Venty, Sp.A, CIMI
Layanan Poli Anak Bethsaida Hospital
Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan layanan Poli Anak dengan dukungan dokter spesialis anak berpengalaman serta fasilitas medis yang lengkap.
Layanan ini membantu diagnosis, penanganan, hingga pemantauan kondisi kesehatan anak secara menyeluruh, termasuk penyakit infeksi seperti campak.
Dengan dukungan layanan medis yang komprehensif serta kesadaran masyarakat terhadap imunisasi, diharapkan penyebaran campak dapat ditekan.
Segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Booking Konsultasi Sekarang