Gaya Hidup Bisa Berdampak pada Ginjal, Kapan Harus Mulai Waspada?
Vina Bethsaida Hospital Cari Dokter Emergency 1-500-990

Gaya Hidup Bisa Berdampak pada Ginjal, Kapan Harus Mulai Waspada?

Pemeriksaan kesehatan ginjal di Bethsaida Hospital Gading Serpong

Penyakit ginjal bukan hanya masalah yang terjadi pada usia lanjut. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan penyakit ginjal kronis sudah ditemukan pada kelompok usia produktif, yaitu usia 15–24 tahun sebesar 0,02%, 25–34 tahun sebesar 0,07%, dan 35–44 tahun sebesar 0,11%.

Data BPJS Kesehatan yang dikutip Kementerian Kesehatan juga mencatat sebanyak 134.057 pasien gagal ginjal kronis menjalani hemodialisis sepanjang 2024.

Kerusakan ginjal dapat berlangsung secara perlahan dan pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan keluhan yang khas.

"Banyak pasien merasa baik-baik saja karena penyakit ginjal pada tahap awal bisa tidak memberikan gejala yang jelas. Karena itu, orang dengan faktor risiko sebaiknya tidak menunggu keluhan muncul untuk memeriksakan ginjal," jelas dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi di Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Apa yang Menyebabkan Ginjal Rusak?

Diabetes dan hipertensi merupakan dua penyebab penting penyakit ginjal kronis. Kadar gula darah yang terus tinggi dapat merusak sistem penyaringan ginjal, sedangkan tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal.

"Minuman manis bukan berarti langsung menyebabkan gagal ginjal. Yang perlu diwaspadai adalah konsumsi gula berlebihan yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Bila diabetes tidak terkontrol dalam jangka panjang, ginjal dapat ikut mengalami kerusakan," ujar dr. Mutalib.

Selain diabetes dan hipertensi, beberapa faktor gaya hidup juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, seperti:

Penyakit ginjal juga dapat disebabkan oleh batu atau sumbatan saluran kemih, penyakit autoimun, infeksi, kelainan bawaan, hingga faktor genetik.

Apa Tanda Ginjal Mulai Bermasalah?

Penyakit ginjal dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Namun, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

Jika mengalami beberapa tanda tersebut, terutama secara menetap atau disertai faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi, sebaiknya lakukan pemeriksaan fungsi ginjal.

Seberapa Penting Mengecek Fungsi Ginjal?

Pemeriksaan fungsi ginjal penting dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal sejak dini, terutama karena penyakit ginjal kronis sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi penurunan fungsi ginjal sebelum kerusakan menjadi lebih berat serta menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Fungsi ginjal dapat dievaluasi melalui pemeriksaan darah untuk melihat kadar kreatinin dan memperkirakan eGFR, serta pemeriksaan urine untuk mendeteksi albumin atau protein. Tekanan darah dan gula darah juga perlu diperiksa karena hipertensi dan diabetes merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronis.

"Pasien dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala," jelas dr. Mutalib.

Penyakit ginjal tidak otomatis berarti harus menjalani cuci darah. Namun, apabila fungsi ginjal sudah sangat menurun dan tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara memadai, terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis dapat diperlukan.

Layanan Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital

Sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang berkesinambungan, Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan Urology & Nephrology Clinic sebagai layanan terpadu untuk menangani berbagai gangguan ginjal, saluran kemih, dan prostat.

Layanan ini mencakup deteksi dini, penegakan diagnosis, terapi medis, tindakan minimal invasif, hingga hemodialisis sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.

"Kami percaya bahwa penanganan penyakit ginjal dan saluran kemih membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Karena itu, Urology & Nephrology Clinic kami hadir untuk memperkuat kesinambungan layanan, mulai dari upaya pencegahan dan deteksi dini, diagnosis yang tepat, pemilihan terapi, hingga pemantauan jangka panjang. Dengan dukungan tenaga medis multidisiplin dan fasilitas yang terintegrasi, kami berupaya membantu pasien memperoleh penanganan yang tepat pada waktu yang tepat, sekaligus mempertahankan kualitas hidupnya," ujar dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Kenali risiko penyakit ginjal sejak dini

Jika memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, riwayat keluarga penyakit ginjal, atau mengalami perubahan pada urine, segera konsultasikan kondisi Anda untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

Booking Konsultasi Sekarang