Ketika Sistem Imun Menyerang Tubuh: Kenali Gejala Penyakit Autoimun
Vina Bethsaida Hospital Cari Dokter Emergency 1-500-990

Ketika Sistem Imun Menyerang Tubuh: Kenali Gejala Penyakit Autoimun

Pemeriksaan penyakit autoimun di Bethsaida Hospital Gading Serpong

Sering merasa lelah meski sudah cukup tidur, badan pegal tanpa sebab jelas, lalu mencari jawaban lewat internet? Kondisi ini banyak dialami masyarakat, terutama pekerja muda dengan rutinitas padat, dan sering dianggap sekadar "capek biasa".

Padahal, pada sebagian orang gejala ini bisa jadi pertanda penyakit autoimun — kondisi saat sistem imun menyerang sel sehat tubuh sendiri. Autoimun mencakup lebih dari 80 jenis penyakit, mulai dari lupus, arthritis rheumatoid, diabetes tipe 1, hingga psoriasis dan multiple sclerosis.

"Autoimun sering terlambat terdiagnosis karena gejalanya menyerupai kondisi umum seperti kelelahan biasa. Jika dibiarkan, peradangan bisa merusak organ secara bertahap dan sulit dipulihkan,” jelas dr. Yunita Maslim, Sp.PD, Subsp.A.I.(K), FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Subspesialis Alergi dan Imunologi Klinik (Konsultan) di Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa jenis autoimun memiliki gejala awal yang mirip, meski tingkat keparahannya bisa berbeda pada tiap orang:

"Yang membedakan gejala autoimun dari keluhan biasa adalah polanya: menetap lebih dari beberapa minggu, melibatkan lebih dari satu organ, dan hilang-timbul. Jika gejala seperti itu muncul, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam," tambah dr. Yunita.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti autoimun belum diketahui, namun dipengaruhi kombinasi genetik dan lingkungan:

Diagnosis: Kenapa Sering Butuh Waktu Lama?

Sederhananya, tidak ada satu tes langsung yang bisa memastikan seseorang kena autoimun, beda dengan misalnya tes gula darah untuk diabetes. Prosesnya biasanya berjalan bertahap:

Penanganan Autoimun

Penanganan autoimun disesuaikan dengan jenis penyakit, organ yang terdampak, dan kondisi pasien. Terapi dapat berupa obat untuk mengendalikan peradangan dan aktivitas sistem imun, disertai pemantauan berkala untuk mencegah kerusakan organ.

“Penanganan autoimun perlu dilakukan secara individual karena gejala dan organ yang terdampak dapat berbeda pada setiap pasien. Diagnosis yang tepat dan pemantauan rutin menjadi kunci agar penyakit dapat dikendalikan dengan baik,” jelas dr. Yunita.

Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan layanan konsultasi Alergi dan Imunologi Klinik yang komprehensif bersama dr. Yunita Maslim, Sp.PD, Subsp.A.I.(K), FINASIM, didukung pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan radiologi berstandar tinggi. Layanan ini juga diperkuat pendekatan multidisiplin melalui kolaborasi dengan berbagai dokter spesialis lain, sehingga pasien mendapat evaluasi menyeluruh dan rencana penanganan yang lebih tepat sasaran sesuai kompleksitas kondisinya.

“Penyakit autoimun menuntut penanganan yang cermat karena gejalanya kompleks dan berbeda pada setiap pasien. Karena itu, Bethsaida Hospital Gading Serpong berkomitmen menghadirkan layanan yang terintegrasi antara konsultasi spesialis, pemeriksaan penunjang, dan pendekatan multidisiplin, sehingga setiap pasien memperoleh evaluasi yang menyeluruh dan rencana penanganan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dengan keselamatan dan kenyamanan pasien selalu menjadi prioritas utama," tutup dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Kenali gejala autoimun dan periksakan kondisi Anda

Jika mengalami keluhan yang menetap, berulang, atau melibatkan lebih dari satu bagian tubuh, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan pemeriksaan yang tepat.

Booking Konsultasi Sekarang