Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih | Bethsaida
Vina Bethsaida Hospital Cari Dokter Emergency 1-500-990

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih

Layanan pemeriksaan dan penanganan gangguan pencernaan di Digestive Center Bethsaida Hospital Gading Serpong

Operasi di area perut, seperti operasi usus buntu, operasi caesar, maupun tindakan bedah lainnya, merupakan prosedur medis yang umum dilakukan. Dalam proses pemulihan, tubuh secara alami membentuk jaringan parut yang pada kondisi tertentu dapat menyebabkan perlengketan antar organ di dalam rongga perut. Kondisi yang dikenal sebagai perlengketan usus atau adhesi ini tidak selalu menimbulkan keluhan, tetapi pada sebagian pasien memerlukan penanganan lebih lanjut.

Seiring perkembangan layanan medis, penanganan perlengketan usus kini dapat dilakukan melalui pendekatan multidisiplin, terutama pada kasus kompleks yang melibatkan organ lain, seperti saluran kemih. Melalui Digestive Center dan Urology Nephrology Center Bethsaida Hospital Gading Serpong, kolaborasi dokter spesialis bedah digestif dan urologi rekonstruksi memungkinkan perencanaan penanganan yang lebih menyeluruh sesuai kondisi pasien.

Mengenal Perlengketan Usus dan Penanganannya

Perlengketan usus terjadi ketika jaringan parut membuat bagian usus menempel pada jaringan atau organ di sekitarnya. Selain akibat operasi sebelumnya, kondisi ini juga dapat dipicu oleh peradangan maupun infeksi di rongga perut.

Menurut dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD , Dokter Spesialis Bedah Digestif Bethsaida Hospital Gading Serpong, tidak semua perlengketan usus membutuhkan tindakan operasi.

“Perlengketan merupakan salah satu kondisi yang dapat ditemukan setelah operasi di area perut. Tidak semua pasien mengalami gangguan, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pada kasus yang lebih kompleks, kolaborasi antar dokter spesialis menjadi penting untuk memastikan setiap organ yang terlibat mendapatkan penanganan yang tepat,” jelas dr. Eko.

Pada kondisi tertentu, perlengketan dapat menimbulkan nyeri perut berulang, kembung, hingga gangguan pergerakan usus. Oleh karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan langkah penanganan.

Kolaborasi Bedah Digestif dan Urologi Rekonstruksi

Penanganan menjadi lebih kompleks ketika perlengketan berada dekat atau melibatkan saluran kemih, terutama ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih.

Untuk menangani kondisi tersebut, dr. Eko berkolaborasi dengan dr. Donny Eka Putra, Sp.U.,(K), Subsp. Trauma and Reconstructive Urology , Dokter Spesialis Urologi Konsultan Trauma dan Rekonstruksi Urogenital.

Dokter bedah digestif berperan menangani gangguan pada usus, termasuk pelepasan perlengketan apabila diperlukan. Sementara itu, dokter urologi rekonstruksi membantu mengevaluasi dan menangani keterlibatan saluran kemih, termasuk tindakan perbaikan atau rekonstruksi sesuai indikasi.

“Pada kasus perlengketan yang kompleks, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada satu organ. Kami perlu memahami hubungan antar organ yang terlibat agar tindakan dapat direncanakan secara menyeluruh, termasuk menjaga fungsi saluran kemih dan melakukan rekonstruksi jika diperlukan,” ungkap dr. Donny.

Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Sebelum menentukan terapi, dokter melakukan evaluasi riwayat operasi, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti CT Scan sesuai kebutuhan. Pemeriksaan ini membantu menilai kondisi organ dan kemungkinan komplikasi, meskipun perlengketan tidak selalu terlihat secara langsung pada pencitraan.

Tidak semua pasien memerlukan operasi. Apabila ditemukan gangguan yang membutuhkan tindakan, dokter akan mempertimbangkan manfaat, risiko, dan metode yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan layanan Digestive Center Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam menghadirkan penanganan kasus kompleks melalui kompetensi dokter spesialis serta dukungan fasilitas diagnostik dan layanan medis terintegrasi.

dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menyampaikan bahwa pendekatan multidisiplin merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan pasien.

“Bagi kami, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menangani suatu penyakit, tetapi juga memahami kondisi pasien secara menyeluruh. Melalui kolaborasi dokter dari berbagai spesialisasi dan dukungan fasilitas medis yang terintegrasi, kami ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat, sekaligus memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga dalam setiap proses perawatan,” ujar dr. Margareth.

Dengan pendekatan tersebut, Bethsaida Hospital Gading Serpong mampu menangani kasus perlengketan usus yang kompleks melalui kolaborasi spesialis multidisiplin secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan, perencanaan tindakan, penanganan medis hingga pemulihan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas hidup pasien.

Digestive Center

Konsultasi Bedah Digestif

Konsultasikan keluhan pencernaan Anda dengan dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD, di Bethsaida Hospital Gading Serpong untuk mendapatkan evaluasi dan rekomendasi penanganan sesuai kondisi.

Informasi Layanan Digestive Center

Urology Nephrology Center

Konsultasi Urologi Rekonstruksi

Konsultasikan kondisi saluran kemih Anda dengan dr. Donny Eka Putra, Dokter Spesialis Urologi Konsultan Trauma dan Rekonstruksi Urogenital, di Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Informasi Layanan Urology Nephrology Center