Sudah Sering Mendengar Hipotermia? Kenali Juga Hipertermia yang Mengintai di Musim Kemarau
Musim kemarau di Indonesia saat ini membawa cuaca panas ekstrem dengan suhu harian yang sering kali melampaui batas normal. Fenomena suhu tinggi ini diperparah oleh paparan sinar ultraviolet yang menyengat di berbagai wilayah kota besar, termasuk Kabupaten Serang dan sekitarnya.
Banyak masyarakat tetap harus menjalankan aktivitas berat di luar ruangan tanpa menyadari risiko penumpukan panas dalam tubuh. Kondisi lingkungan yang gersang dan kurangnya asupan cairan menjadi kombinasi berbahaya bagi kesehatan.
Hipertermia muncul sebagai ancaman serius yang dapat menyerang siapa saja yang terpapar suhu panas dalam durasi lama.
Apa Itu Hipertermia?
Hipertermia merupakan kondisi saat suhu tubuh meningkat drastis melebihi batas normal 37 derajat Celsius akibat paparan panas dari lingkungan luar.
Pada kondisi ini, tubuh gagal melepaskan panas secara efektif sehingga sistem pengaturan suhu internal mengalami kelebihan beban. Hipertermia berbeda dengan demam yang terjadi akibat respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Peningkatan suhu tubuh yang tidak terkendali dapat merusak jaringan otak dan organ vital lainnya secara signifikan.
Apa Saja Penyebab Hipertermia?
Berbagai faktor lingkungan dan aktivitas dapat memicu terjadinya lonjakan suhu tubuh yang berbahaya. Berikut adalah beberapa penyebab utama hipertermia yang perlu diperhatikan:
- Paparan sinar matahari dalam waktu lama.
- Aktivitas fisik berat, terutama di luar ruangan.
- Dehidrasi atau kurangnya asupan cairan.
- Penggunaan pakaian yang terlalu tebal.
- Lingkungan tanpa sirkulasi udara yang baik.
Gejala Hipertermia yang Perlu Diwaspadai
Anda harus segera bertindak jika tubuh mulai menunjukkan beberapa gejala atau tanda peningkatan suhu yang tidak wajar. Kenali beberapa gejala hipertermia berikut ini:
- Suhu tubuh tinggi. Tubuh terasa sangat panas saat disentuh dan suhu termometer menunjukkan angka di atas 40 derajat Celsius.
- Perubahan keringat. Kulit dapat terasa sangat basah karena keringat berlebih atau justru menjadi sangat kering dan kemerahan.
- Sakit kepala hebat. Muncul rasa pening atau sakit kepala berdenyut yang disertai rasa mual hingga muntah.
- Gangguan otot. Penderita dapat mengalami kram pada kaki, lengan, atau perut akibat hilangnya keseimbangan elektrolit tubuh.
- Kelelahan ekstrem. Rasa lemas yang luar biasa dapat muncul disertai detak jantung yang berdetak sangat cepat.
- Penurunan kesadaran. Penderita mulai mengalami kebingungan, bicara meracau, hingga pingsan secara mendadak.
Penanganan Awal Hipertermia
Penanganan cepat menentukan keselamatan pasien hipertermia. Segera pindahkan penderita ke tempat yang teduh atau ruangan berpendingin udara.
Longgarkan pakaian penderita yang terlalu tebal untuk memperlancar sirkulasi udara. Kompres area leher, ketiak, dan selangkangan menggunakan air dingin untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Berikan air putih atau minuman elektrolit secara perlahan apabila penderita masih sadar penuh dan dapat menelan dengan baik.
— dr. Michael Y, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Hipertermia tingkat lanjut merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang mengancam nyawa. Anda wajib segera mencari pertolongan medis jika gejala tidak membaik setelah penanganan awal selama 30 menit.
Penurunan kesadaran, kejang, dan suhu tubuh yang terus meningkat memerlukan tindakan medis segera di rumah sakit. Bethsaida Hospital Serang memiliki fasilitas Instalasi Gawat Darurat yang siap menangani kasus hipertermia secara cepat dan tepat.
— dr. Michael Y, Sp.PD
Segera bawa pasien ke rumah sakit jika gejala disorientasi mulai muncul untuk mencegah gejala lanjutan dan kondisi buruk lainnya.
Jika Anda atau keluarga mengalami gejala suhu tubuh tinggi, lemas ekstrem, kebingungan, atau penurunan kesadaran setelah terpapar panas, segera dapatkan penanganan medis di Bethsaida Hospital Serang.
Hubungi Bethsaida Hospital Serang